ZONAUTARA.com – Pengusaha di Jawa Barat melaporkan kerugian besar akibat sering terjadinya gangguan pasokan listrik hingga berjam-jam. Ketidakstabilan listrik ini telah menambah berat beban dunia usaha di tengah penurunan pesanan global yang signifikan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, pada Jumat (26/6) di Bandung. Ning menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang mendadak sangat berdampak pada sektor industri, khususnya perusahaan padat karya yang sudah berupaya keras untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tantangan saat ini sangat besar. Banyak perusahaan mulai menghubungi saya, mengabarkan kemungkinan sudah atau akan merumahkan karyawan, bahkan ada yang terpaksa menutup perusahaannya,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa pemadaman listrik, yang bisa mencapai lima jam di tengah proses produksi, menimbulkan kerugian besar. Produk yang sedang diproses dapat menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi, sehingga lini masa produksi yang direncanakan pun terganggu.
Keterlambatan pengiriman barang, khususnya untuk ekspor, adalah salah satu dampak fatal dari pemadaman listrik ini. Perusahaan yang terlambat mengirim barang akan menerima teguran dari pembeli luar negeri, dan bisa berujung pada pengurangan atau pemindahan pesanan ke negara lain.
Kalau hanya teguran, mungkin kita masih bisa agak tenang. Namun, apabila sanksinya adalah pengurangan order atau bahkan pesanan tersebut dipindahkan ke negara lain, ini akan menjadi sangat berbahaya bagi kelangsungan industri kita,” tegas Ning.
DPP Apindo Jawa Barat meminta pihak terkait untuk serius menanggapi masalah pasokan listrik ini. Banyak perusahaan besar di Jawa Barat sangat bergantung pada stabilitas daya listrik. Ning juga mengajak serikat pekerja dan elemen buruh untuk berkolaborasi menjaga kondusivitas kerja demi menyelamatkan industri dari keterpurukan.
Ini bukan hanya tanggung jawab pengusaha atau Gubernur saja, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, termasuk teman-teman pekerja. Mohon bantu kami untuk tetap bertahan dengan menjaga kondusivitas di lingkungan perusahaan masing-masing,” tandasnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

