ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan perkembangan serta pencapaian target investasi dan hilirisasi dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dan realisasi investasi senilai Rp 13.000 triliun selama lima tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
BKPM mencatat bahwa pada tahun 2026, investasi telah berkontribusi sebesar 29% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, BKPM terus berkomitmen meningkatkan realisasi investasi melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, peningkatan pelayanan perizinan, dan mendorong hilirisasi industri di sektor minerba, perkebunan dan kehutanan, migas, serta sektor perikanan, kelautan, dan energi baru terbarukan (EBT).
Meski demikian, Indonesia menghadapi tantangan terkait tingginya skor Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih berada di kisaran 6,3-6,5, menunjukkan efisiensi yang kurang baik dibandingkan negara-negara lain di ASEAN seperti Vietnam.
Dalam menarik investasi dan mendukung proyek hilirisasi, Kementerian Investasi telah menerapkan beberapa strategi, termasuk kemudahan perizinan melalui platform Online Single Submission (OSS).
Dialog lebih lanjut mengenai strategi dan kebijakan Kementerian Investasi dalam mendorong investasi dan hilirisasi dapat dilihat dalam Economic Update dengan Shafinaz Nachiar berbincang bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu di CNBC Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

