ZONAUTARA.com – Kebiasaan melewatkan sarapan pagi dapat meningkatkan risiko terkena demensia di usia tua, demikian temuan dari sebuah studi ilmiah terbaru. Studi ini menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sarapan dapat berdampak signifikan pada kesehatan kognitif kita.
Demensia merupakan penurunan fungsi kognitif otak yang memengaruhi memori dan kemampuan berpikir. Faktor genetik dan usia sering kali menjadi penyebab utama, namun penelitian ini menyoroti peran penting pola hidup, khususnya kebiasaan makan di pagi hari, dalam menjaga fungsi otak tetap tajam.
Dalam studi jangka panjang yang mengamati pola makan dan kesehatan kognitif ribuan partisipan, peneliti menemukan bahwa mereka yang rutin melewatkan sarapan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan mereka yang selalu menyempatkan diri untuk sarapan.
Secara biologis, otak memerlukan pasokan glukosa yang stabil setelah tidur malam. Melewatkan sarapan bisa menyebabkan penurunan drastis kadar gula darah, memicu stres oksidatif dan peradangan pada sel saraf otak. Selain itu, kebiasaan ini dapat menyebabkan konsumsi makanan kurang sehat di waktu lainnya, yang berdampak negatif pada kesehatan metabolik.
Meskipun penelitian menunjukkan korelasi yang kuat, jenis makanan saat sarapan juga penting. Sarapan kaya serat, protein, dan lemak sehat, seperti oatmeal dan telur rebus, dapat menjaga gula darah tetap stabil. Temuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat urban yang sering melewatkan sarapan karena kesibukan pagi.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

