ZONAUTARA.com – Ketidakstabilan politik dan keamanan yang berkelanjutan di Afghanistan menjadi perhatian serius bagi Pakistan. Masalah ini dinilai sebagai bom waktu yang bisa berdampak pada sektor sosial dan ekonomi Pakistan dengan adanya potensi lonjakan pengungsi.
Setiap dinamika internal dan kekosongan keamanan di Afghanistan langsung berdampak pada stabilitas Pakistan. Konflik di Afghanistan memaksa warga sipil melarikan diri mencari perlindungan, yang membebani anggaran kesejahteraan sosial Pakistan. Saat ini, sekitar 4 juta pengungsi Afghan telah menetap di negara tersebut selama beberapa dekade, membutuhkan alokasi sumber daya yang besar untuk akses layanan dasar.
“Setelah rakyat Afghanistan, negara yang paling menderita akibat ketidakstabilan di Afghanistan adalah Pakistan. Setiap kekosongan keamanan di sana memiliki implikasi langsung bagi situasi keamanan dan sosial di Pakistan,” ungkap Duta Besar Pakistan, Zahid Hafeez Chaudhri, di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pakistan mendorong pemulangan para pengungsi ke Afghanistan secara internasional yang aman dan menghormati hak-hak mereka. Perdamaian di Afghanistan adalah syarat mutlak untuk skenario ini. Pakistan khawatir jika situasi memburuk, gelombang pengungsi baru akan kembali ke perbatasan, memicu krisis baru dan menekan perekonomian yang tengah pulih.
Tanah Afghanistan yang tidak stabil dimanfaatkan kelompok teroris internasional. Banyak serangan teror di Pakistan direncanakan dari Afghanistan. “Kekhawatiran utama kami adalah tanah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk merugikan negara lain, khususnya Pakistan,” jelas Dubes Zahid. Pemerintah Pakistan menegaskan tidak akan menoleransi ancaman dari perbatasan dan akan mengambil langkah preventif militer dan diplomatik.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

