ZONAUTARA.com – Sebanyak lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMKP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pendidikan bela negara dan manajerial. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan bahwa pihaknya bersama Panitia Seleksi Nasional serta seluruh penyelenggara program turut berduka cita. “Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum almarhumah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6).
Korban kelima, Nola Diasari, berasal dari Satuan Pendidikan Belanegara Kalimantan. Ketut menjelaskan bahwa Nola mengalami keluhan sesak napas dan panas badan saat mengikuti kegiatan. Meski telah mendapat penanganan medis segera di Rumah Sakit Singkawang dan selanjutnya di RSUD Abdul Aziz Singkawang, Nola tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.
Ketut memastikan bahwa Nola dan peserta lainnya telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum mengikuti program, meskipun Nola memiliki catatan medis berupa kelebihan berat badan. “Para peserta yang meninggal dunia telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur sejak mengalami gangguan kesehatan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa para peserta memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda, dan pihak Kemhan berkomitmen memperhatikan kesehatan setiap peserta secara saksama selama pelatihan berlangsung.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

