ZONAUTARA.com – Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, lebih cepat dari target tahun 2029. Hal ini diumumkan dalam upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak melalui kebijakan-kebijakan yang telah direformasi.
Perubahan kebijakan yang signifikan dilakukan dengan memangkas 145 aturan penyaluran pupuk subsidi yang mengakibatkan peningkatan produksi beras sebesar 7-8%. Pemerintah juga mengatasi masalah harga gabah petani yang rendah serta melaunching irigasi proyek untuk meningkatkan produktivitas sawah.
Mendukung keberlanjutan swasembada, pemerintah mencetak sawah baru seluas 1 juta hektare di Merauke, Papua, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Selatan. Selain itu, ada aturan pelarangan perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman guna memperkuat fungsi lahan sawah.
Untuk swasembada protein, pemerintah merancang target pada tahun 2026 mencakup ikan, udang, telur, dan ayam. Program Kampung Nelayan Merah Putih, yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bertujuan meningkatkan produktivitas tangkapan ikan sekaligus memberantas persoalan tengkulak dan rentenir.
Zulkifli Hasan menyoroti peran Kopdes Merah Putih, dengan target membangun 80.000 unit. Pada tahap awal, fokus diberikan pada 40.000 unit yang akan beroperasi mulai September 2026. Koperasi ini bukan supermarket, tetapi berfungsi mengatasi rantai pasok yang panjang, menyalurkan bantuan sosial, pupuk subsidi, dan memberikan pembiayaan berbunga rendah.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

