ZONAUTARA.com – Steve Clarke mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih tim nasional Skotlandia setelah gagal membawa timnya lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu malam (24/6/2026) di hotel mereka di Charlotte, setelah Skotlandia terhenti di grup yang diisi oleh Brasil, Maroko, dan Haiti.
Clarke, yang berusia 62 tahun, mengaku bahwa keputusan ini sudah direncanakan jika hasil Piala Dunia tidak sesuai harapan. Ia menyatakan, “Saya selalu berencana untuk mundur jika Piala Dunia tidak berjalan sesuai rencana.” Keputusan ini datang tepat satu bulan setelah ia menandatangani kontrak baru selama empat tahun yang seharusnya mengantarkannya hingga Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Dalam wawancara bersama Scottish Football Association, Clarke mengungkapkan, “Saya pergi karena ini adalah perasaan yang tepat. Saya ingin memastikan bahwa ketika saya merasa saatnya untuk mundur, saya akan melakukannya.” Ia juga menekankan bahwa penandatanganan kontrak sebelum Piala Dunia adalah untuk memberikan kenyamanan bagi para pemain agar mereka bisa melanjutkan perjalanan ini.
Skotlandia mengalami kekecewaan besar setelah hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan, hasil imbang melawan Uruguay dan Cabo Verde, serta kekalahan telak 0-4 dari Spanyol. Clarke menghadapi kritik tajam setelah dua kekalahan beruntun dari Maroko dan Brasil.
Sementara itu, perihal masa depan tim, ada pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Clarke. Beberapa pengamat menyarankan agar Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) mencari pelatih dari negara lain yang memiliki prestasi di level internasional, mengingat model sepak bola nasional saat ini dianggap gagal.
Di sisi lain, Brasil bersiap menghadapi Jepang dalam laga mendatang, dengan harapan tinggi kepada pemain muda berbakat seperti Vinicius Jr yang terlihat sangat termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya di pentas dunia.
Sumber: The Guardian

