ZONAUTARA.com – Maroko berhasil melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Belanda dalam adu penalti yang dramatis, pada Selasa (30/6/2026) waktu WIB. Pertandingan berlangsung hampir tiga jam dengan kedua tim saling berjuang, dan akhirnya Maroko keluar sebagai pemenang di tengah kesalahan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Ismael Saibari menjadi pahlawan setelah mencetak gol penalti penentu kemenangan, menyusul serangkaian kesalahan dari kedua tim dalam pelaksanaan penalti. Kiper Maroko, Yassine Bounou, berhasil menyelamatkan tendangan dari Crysencio Summerville, mengingatkan pada penyelamatan krusialnya saat melawan Spanyol di Piala Dunia Qatar 2022.
Maroko berhak menang setelah tampil lebih baik dibandingkan Belanda yang menunjukkan permainan negatif. Gol penyama kedudukan Maroko dicetak oleh bek tengah Issa Diop yang mencetak gol melalui sundulan. Di sisi lain, Cody Gakpo tampil meskipun baru saja kehilangan anak yang belum lahir, dan hampir mencetak gol kemenangan sebelum akhirnya Maroko menyamakan kedudukan.
Gakpo mencetak gol di menit ke-72, tetapi tidak bisa menyembunyikan emosinya dan terlihat menangis usai mencetak gol, sementara rekan setimnya Denzel Dumfries mencoba menghiburnya. Pertandingan ini dipenuhi dengan ketegangan dan semangat, di mana kedua tim berusaha keras untuk meraih kemenangan.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, merombak strategi tim dengan memilih tiga bek tengah dan mengorbankan gelandang Tijjani Reijnders. Hal ini membuat Maroko berusaha melakukan serangan cepat, meski peluang yang didapat tidak berbuah hasil.
Suasana di stadion sangat mendukung Maroko, dengan banyak pendukung yang mengenakan kaos hijau. Rivalitas antara kedua tim juga semakin terasa mengingat banyaknya warga keturunan Maroko di Belanda. Pertandingan ini sangat emosional, mengingat pada tahun 2014, tim nasional mereka juga bertemu di fase yang sama dan kalah dari Belanda.
Setelah 20 menit awal yang penuh ketegangan, aksi mulai terjadi dengan Bart Verbruggen yang melakukan penyelamatan gemilang. Meskipun suhu saat kickoff mencapai 31 derajat Celsius, Maroko tampak lebih dekat untuk mencetak gol.
Pertandingan berlanjut dengan ketat dan beberapa insiden terjadi, termasuk ketegangan antara pemain. Pada menit ke-38, Van Hecke mengalami cedera setelah terjatuh akibat benturan dengan Mazraoui. Sebelum babak pertama berakhir, Bounou berhasil melakukan penyelamatan penting dari tendangan jarak jauh.
Di babak kedua, Maroko berusaha untuk kembali mendominasi permainan, namun Belanda berhasil menemukan momentum dengan mengubah taktik. Gol Gakpo membawa harapan bagi Belanda, tetapi Maroko segera menyamakan kedudukan melalui sundulan Diop yang mengubah jalannya pertandingan.
Memasuki babak tambahan, Maroko kembali menunjukkan kekuatan dengan beberapa peluang, tetapi Verbruggen berhasil melakukan penyelamatan luar biasa. Akhirnya, Saibari mengeksekusi penalti yang menentukan kemenangan Maroko, memastikan mereka melanjutkan perjalanan di turnamen ini.
Sumber: The Guardian

