ZONAUTARA.com – Folarin Balogun, pemain yang tidak akan bermain jika bukan karena hukum kewarganegaraan yang sudah lama ada, membawa tim nasional AS melaju ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat. Balogun, yang berulang tahun ke-25 dalam dua hari ke depan, mencetak gol pembuka dalam pertandingan tersebut, namun kemudian diusir dari lapangan akibat kartu merah.
Gol Balogun menjadi yang ketiganya di turnamen ini, namun kepergiannya akibat kartu merah membuat suasana meriah berubah suram. Dalam pertandingan tersebut, tim AS meraih kemenangan pertama mereka di fase knockout dalam 24 tahun, meskipun mereka harus bermain tanpa Balogun yang merupakan salah satu pemain terbaik mereka selama turnamen.
Setelah 20 menit mencetak gol, Balogun menerima kartu merah langsung akibat kontak yang tampaknya tidak disengaja dengan bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemović. Kejadian ini mengejutkan, mengingat performa apik Balogun selama pertandingan. Tim AS, yang tidak pernah terancam oleh lawan meski bermain dengan 10 pemain, akhirnya ditutup dengan gol tendangan bebas sempurna dari Malik Tillman di akhir babak kedua.
Balogun yang kini terkena sanksi tidak akan bermain dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia pada Senin mendatang, meninggalkan pelatih kepala Mauricio Pochettino untuk mengambil keputusan yang mungkin paling penting selama masa jabatannya: cara mengganti Balogun melawan tim Belgia yang terorganisir dan berpengalaman. Kartu merah tersebut terjadi setelah Balogun dan Muharemović terlibat dalam perebutan bola di tepi area penalti, di mana Balogun secara tidak sengaja menginjak pergelangan kaki Muharemović.
Wasit Raphael Claus meninjau insiden tersebut melalui VAR dan memutuskan itu sebagai tindakan kekerasan. Balogun meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk dan bahkan menendang dinding saat menuju ruang ganti. Seorang juru bicara US Soccer mengonfirmasi bahwa sanksi terhadap Balogun tidak dapat diajukan banding. Setelah pertandingan, Pochettino menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut, menganggap tindakan Balogun tidak bermaksud jahat dan seharusnya tidak mendapatkan kartu merah.
Adams, gelandang AS lainnya, juga mempertanyakan keputusan kartu merah tersebut, menyatakan bahwa kartu kuning seharusnya lebih tepat. Analisis dari mantan wasit Liga Premier Inggris, Mark Clattenburg, juga menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak seharusnya ditinjau dengan VAR. Pochettino kemungkinan akan mengganti Balogun dengan Ricardo Pepi dari PSV Eindhoven atau Haji Wright dari Coventry City untuk pertandingan melawan Belgia, meskipun Pepi sebelumnya hanya bermain selama dua menit.
Balogun merayakan golnya dengan gaya yang terinspirasi oleh legenda NBA, LeBron James, dan hampir mencetak gol pembuka sebelum itu, namun dinyatakan offside. Latar belakang Balogun yang lahir di Brooklyn dan dibesarkan oleh orang tua Nigeria di London menambah cerita menarik dalam karirnya. Ia menjadi salah satu dari lima pemain AS yang menerima kartu merah di Piala Dunia, mengikuti jejak pemain-pemain sebelumnya yang pernah mengalami hal serupa.
Sumber: The Guardian

