Kombes Eko Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan Lewat Green Policing

Kombes Eko Budhi Purwono ajak anak muda terlibat dalam program Green Policing untuk pelestarian lingkungan di Riau.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Detik – Berita

ZONAUTARA.com – Kombes Eko Budhi Purwono meluncurkan program Green Policing di Polda Riau dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program ini, Polda Riau melibatkan anak muda sebagai penggerak utama dalam pelestarian lingkungan. “Pak Kombes Eko Budhi Purwono adalah penggerak utama dari program Green Policing Polda Riau. Green Policing ini adalah satu paradigma baru dalam era kepolisian kontemporer,” kata Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dalam wawancara program Hoegeng Awards 2026.

Green Policing menggabungkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pelestarian lingkungan. Program ini bertujuan memberikan keadilan tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada alam. Menurut Irjen Herry, Kombes Eko telah membuktikan bahwa polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial, memberdayakan masyarakat menjaga lingkungan.

Kombes Eko menjadi salah satu kandidat 3 besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi. Sebagai Dirbinmas, Eko ditugaskan oleh Kapolda Riau untuk fokus pada isu lingkungan, salah satu masalah menonjol di Riau. “Salah satu program Pak Kapolda yang mem-backup dari Green Policing adalah program Jalur (Jelajah Riau untuk Rakyat),” ujar Eko.

Program ini menyasar warga di sekitar Sungai Subayang di Kampar Kiri Hulu, dengan memberikan pelatihan satpam agar mereka tidak lagi bergantung pada alam sebagai mata pencaharian utama. Aktivis lingkungan, Dody Rasyid Amin, mengatakan, “Pelatihan satpam itu memberikan dampak kepada pemuda sekitar, beberapa kini bekerja sebagai satpam di perusahaan hingga rumah sakit.”

Selain itu, Kombes Eko menggandeng anak sekolah menjadi tim 110 Green Policing, yang melibatkan siswa SMA sebagai motor penggerak pelestarian lingkungan. Alvino Radzaky, siswa SMA 1 Pekanbaru, menjelaskan, “110 merujuk pada SMA 1 sampai SMA 10 sebagai tim penggerak, jika alam membutuhkan bantuan, anak mudalah yang harus turun tangan.”




Diolah dari laporan Detik.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com