ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan duka cita mendalam dan mengecam keras insiden pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) yang menewaskan pilot Nicholas F. Goselin di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden ini, menurutnya, berpotensi mengganggu layanan penerbangan perintis yang menjadi akses utama bagi masyarakat di daerah terpencil Papua.
Ribka menegaskan, gangguan terhadap layanan penerbangan ini akan berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian. “Tidak ada cara lain untuk membangun Papua selain menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di daerah-daerah pinggiran,” kata Ribka usai menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Yogyakarta. Ia menekankan bahwa semua tindakan harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.
Secara khusus, Ribka meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas insiden ini serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Ia mengingatkan bahwa maskapai PT AMA dan penerbangan perintis lainnya telah berjasa besar di daerah terpencil Papua.
Insiden terjadi saat pesawat Caravan PK-RCY milik PT AMA melaksanakan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama pada Kamis pagi. Setelah mendarat, pesawat diduga diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan kemudian dibakar. Pilot Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Ribka mengajak masyarakat berdoa untuk almarhum serta berharap layanan penerbangan perintis di Papua terus berjalan. “Kita mendoakan semoga almarhum kapten pilot mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Ribka berharap maskapai AMA terus diberkati Tuhan dan tetap melayani masyarakat di daerah paling terpencil di Tanah Papua.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

