ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyoroti ancaman keamanan dari Rusia terhadap negaranya. Tusk memperingatkan bahwa beberapa bulan ke depan dapat menjadi fase kritis bagi Polandia, menyusul laporan intelijen Amerika Serikat mengenai kemungkinan “provokasi” bersenjata yang direncanakan Moskow untuk menguji ketangguhan NATO.
“Saya tidak bermaksud menakut-nakuti siapa pun, tetapi beberapa bulan ke depan benar-benar bisa menjadi masa yang kritis, juga karena perubahan sifat perang ini. Kekhawatiran ini sangat terasa di negara-negara Baltik,” kata Tusk kepada wartawan.
Laporan dari media Polandia, Onet, mengungkapkan bahwa AS telah mengeluarkan beberapa peringatan kepada Warsawa mengenai rencana serangan. Media Inggris, Telegraph, juga melaporkan bahwa infrastruktur Polandia menjadi potensi target rudal atau drone, atau pun pengiriman tentara ke wilayah Polandia sebagai anggota NATO.
Langkah provokatif ini diduga bertujuan untuk menekan negara-negara Barat agar menghentikan bantuan militer kepada Ukraina, yang menghadapi invasi Rusia sejak 2022. Menanggapi laporan ini, Tusk mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. “Mari kita jangan takut, kita bersiap untuk berbagai situasi, tetapi kita tidak bisa mengabaikannya… Kami menyadari ancaman tersebut, juga berkat informasi dari sekutu kami,” ujarnya.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh negara-negara Baltik, seperti Latvia dan Lituania, yang mengakui kerentanan mereka terhadap serangan Rusia. Di tengah situasi tegang ini, Presiden Polandia, Karol Nawrocki, dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki untuk membahas langkah pertahanan bersama, termasuk bantuan persenjataan bagi Ukraina.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

