ZONAUTARA.com – Indonesia telah mencapai kesepakatan pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos dari India senilai sekitar Rp11 triliun. Kesepakatan ini merupakan bagian dari kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia, yang menghasilkan 16 kerja sama di berbagai sektor, termasuk tiga perjanjian di bidang keamanan.
Pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan PM Modi menandai langkah besar dalam hubungan strategis kedua negara. Seorang pejabat pemerintah India mengonfirmasi bahwa Indonesia akan menjadi negara ketiga yang mengakuisisi rudal BrahMos dari BrahMos Aerospace, dengan nilai kontrak keseluruhan mencapai sekitar US$630 juta.
BrahMos merupakan hasil pengembangan bersama India dan Rusia. Rudal ini dikenal dengan kemampuannya untuk melesat hingga Mach 2,8 atau sekitar 3.458 km/jam, menjadikannya salah satu rudal paling cepat di dunia. BrahMos dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk darat, laut, dan udara, dengan jangkauan maksimum 290 kilometer dan membawa hulu ledak seberat 200 kilogram.
Selain BrahMos, India juga akan memasok rudal udara-ke-udara Astra, yang dapat diintegrasikan dengan pesawat tempur Sukhoi milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Kerja sama ini juga akan mencakup infrastruktur pendukung, pelatihan operator, serta layanan pemeliharaan jangka panjang.
Sebelumnya, Indonesia mengumumkan rencana pengadaan BrahMos dengan nilai kontrak awal diperkirakan antara US$200 juta hingga US$350 juta. Namun, dengan peningkatan nilai menjadi US$630 juta, ini merupakan langkah besar dalam memperluas ekspor industri pertahanan India dan mempererat hubungan strategis dengan Indonesia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

