Pasokan Senjata NATO Terganggu, Eropa Cemas akibat Kekurangan Rudal AS

Pasokan senjata NATO terganggu, AS hadapi krisis persenjataan akibat konflik, Eropa cemas.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Negara-negara Eropa kini dihadapkan pada kekhawatiran besar setelah industri pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tidak mampu lagi memasok senjata yang telah dijanjikan kepada sekutu NATO. Krisis pasokan ini terjadi karena menipisnya persediaan persenjataan Pentagon yang terkuras habis untuk mendanai konflik di Ukraina serta perang dengan Iran.

Mengutip laporan The Guardian, pada Selasa (7/7/2026), sepanjang tahun ini Washington telah menunda hingga membatalkan pengiriman beberapa paket persenjataan utama ke Eropa. Alokasi yang tersendat ini mencakup rudal penjelajah Tomahawk, artileri roket bergerak Himars, dan rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).

AS diperkirakan telah menghabiskan sekitar 50% dari total 2.330 stok rudal Patriot hingga April tahun ini untuk menghadapi perang dengan Iran. Padahal, rudal-rudal interseptor tersebut penting untuk menangkal ancaman serangan udara Rusia seandainya konflik bersenjata meluas ke Eropa.

Situasi semakin kritis setelah serangan rudal Rusia menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan warga di Ukraina pada Senin (6/7/2026). Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa militernya gagal mencegat sekitar 23 rudal balistik Moskow di tengah serangan drone bersamaan.

“Alasan dari hal ini justru karena pasokan rudal pencegat yang tidak mencukupi,” tulis Zelensky melalui pernyataan resminya. “Sangat penting bagi dunia, terutama Amerika dan mitra Eropa kami, untuk keluar dari KTT NATO di Ankara dengan keputusan-keputusan kuat demi mendukung pertahanan langit kami,” lanjut Zelensky.

Kelangkaan ini menyebabkan kemarahan di berbagai ibu kota Eropa yang berhati-hati menjaga hubungan transatlantik dengan pemerintahan Donald Trump. Seorang diplomat Eropa menyatakan masalah mulai muncul karena penipisan stok akibat perang dan kebijakan AS memindahkan sumber daya militer ke Asia.




Mantan penasihat keamanan nasional AS, Phil Gordon, menambahkan bahwa kelangkaan ini murni disebabkan keterbatasan fisik komoditas senjata, bukan faktor pilih kasih. “AS menembakkan 1.000 Tomahawk di Iran, jadi ini bukannya mereka tidak memprioritaskan Jerman, melainkan rudal itu memang tidak ada,” jelas Gordon. “Kesimpulan nyata dari hal ini adalah bahwa orang-orang Eropa harus menjadi lebih mandiri dan mengandalkan satu sama lain,” pungkas Gordon.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com