ZONAUTARA.com – Unai Simón, kiper tim nasional Spanyol, menciptakan sejarah dengan menjaga gawangnya tetap perawan selama 560 menit di Piala Dunia, saat Spanyol bertanding melawan Portugal di babak 16 besar. Kejadian ini terjadi pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat, ketika Simón berhasil melewati rekor sebelumnya dan menjadi kiper pertama yang mencapai enam pertandingan Piala Dunia tanpa kebobolan.
Simón, yang sebelumnya telah mengalahkan rekor Walter Zenga dengan 517 menit, kini melampaui rekor Swiss yang berdurasi 559 menit selama tiga turnamen dari tahun 1994, 2006, dan 2010. Dalam laga melawan Portugal, meskipun ada beberapa ancaman dari lawan, Simón tetap teguh dan hanya kebobolan satu gol dari Mikel Merino di menit terakhir, menjadikan hanya satu gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut.
Selama tahun ini, Simón telah berada di pusat perhatian karena persaingan ketat di posisinya, termasuk dengan David Raya dan Joan García, yang juga merupakan kiper terbaik di liga masing-masing. Dia menyatakan keyakinannya bahwa Spanyol memiliki kiper terbaik di Piala Dunia, dan pelatih Luis de la Fuente telah mempercayainya sejak di tim muda, termasuk meraih berbagai gelar seperti Euro U-19 dan U-21, serta medali perak Olimpiade.
Dengan pencapaian ini, Spanyol merasa kembali bangkit dan siap menghadapi Belgia di perempat final. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, mengakui bahwa Spanyol adalah tim favorit dan menyatakan bahwa timnya harus mencetak gol untuk mengalahkan Spanyol yang tangguh. Meskipun demikian, Spanyol telah menunjukkan pertahanan yang solid dengan statistik mencolok, termasuk hanya membiarkan lawan memiliki peluang yang sangat sedikit selama turnamen ini.
Simón sendiri mengakui bahwa menjadi kiper sering kali terasa tidak dihargai, tetapi ia menganggap penting untuk menghentikan peluang sebelum terjadi. Rekor yang dicapai Simón lebih mencerminkan kekuatan tim secara keseluruhan, di mana ia tidak sendirian dalam menjaga pertahanan. Pemain seperti Marc Cucurella dan Pau Cubarsí juga telah memberikan kontribusi signifikan, dan Cubarsí, yang baru berusia 19 tahun, telah menunjukkan performa yang mengesankan dengan akurasi operan yang tinggi dan keterlibatan aktif dalam permainan.
Dengan semua pencapaian ini, tim Spanyol menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar tim, tetapi keluarga yang saling mendukung untuk meraih kesuksesan di panggung dunia.
Sumber: The Guardian

