ZONAUTARA.com – Iran, pada Senin, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai “target yang sah” untuk serangan balasan. Peringatan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran yang meminta negara-negara tetangga untuk tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka dipakai oleh Amerika Serikat (AS) atau pihak lain untuk menyerang Iran.
Kementerian tersebut menekankan bahwa negara-negara tetangga berkewajiban mencegah wilayah mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran. Selain itu, “titik asal peluncuran” dari setiap serangan yang mengarah ke Iran akan ditargetkan oleh angkatan bersenjata Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keras serangan AS yang terjadi selama 22 jam terakhir dan menganggapnya sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, serta ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional. Iran menuding Washington telah melanggar hampir setiap ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu dan menyebut serangan AS sebagai “kejahatan perang,” dengan menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.
Selain itu, Iran menuduh AS ikut campur dalam pengaturan Selat Hormuz, yang menurutnya hal tersebut menyebabkan ketidakamanan di jalur maritim strategis itu dan mengganggu pelayaran komersial internasional. Peningkatan ketegangan regional ini terjadi di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran.
Pada Minggu (12/7), Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai respons atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

