ZONAUTARA.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SD Negeri 4 Desa Panton Rayeuk I, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh, menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri. Program ini menargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memberikan penghidupan kepada lebih dari satu juta orang yang terlibat.
Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Karimah Muhammad, menegaskan bahwa MBG bukan hanya sekedar program makan siang, melainkan membentuk suatu ekosistem kerja dengan 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang melibatkan lebih dari 1,1 juta orang seperti penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, keamanan, dan lainnya.
“Menghentikan Program MBG juga berarti menghilangkan nafkah lebih dari satu juta orang yang bekerja demi peningkatan kualitas program peningkatan gizi nasional tersebut,” kata Karimah.
Program MBG terus melakukan penyesuaian agar lebih efisien dan tetap sasaran. Beberapa langkah termasuk ‘no school days, no MBG’, yang berarti makanan hanya diberikan di hari-hari aktif pembelajaran. Ada upaya penutupan SPPG bermasalah serta perbaikan tata kelola untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menambahkan bahwa pemerintah mendorong SPPG untuk bekerja sama dengan Sentra Produksi Rakyat, BUMDes, UMKM, serta pemasok pangan lokal guna memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas logistik Program MBG. Hal ini agar bahan pangan dapat diserap langsung dari produsen di sekitar lokasi SPPG, memperbaiki rantai distribusi.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

