ZONAUTARA.com – Greenpeace Italia melakukan aksi unik di depan Koloseum, Roma, Italia, dalam rangka mengkritik dampak gelombang panas terhadap para pekerja. Pada Rabu (15/7/2026), organisasi lingkungan ini memasang tiga patung es berbentuk petani dan pekerja bangunan, yang perlahan meleleh di bawah sinar matahari terik.
Aksi ini bertujuan memberi simbol kerentanan pekerja terhadap cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Hal ini disampaikan Greenpeace sebagai bagian dari demonstrasi untuk menyoroti dampak pemanasan global yang semakin meningkat seiring dengan cuaca panas di Italia dan sekitarnya.
Simona Abbate, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, menegaskan industri bahan bakar fosil memiliki tanggung jawab historis atas perubahan iklim yang kini menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas gelombang panas. “Industri bahan bakar fosil memiliki tanggung jawab historis,” ujar Simona.
Suhu di ibu kota Italia saat ini mencapai puncaknya dengan perkiraan 38 derajat Celcius pada Kamis (16/7/2026), menurut situs prakiraan cuaca Ilmeteo.it. Kondisi tersebut memperpanjang periode cuaca panas yang melanda banyak negara Eropa, dengan mencatatkan 10.650 kematian berlebih akibat gelombang panas di wilayah barat pada akhir Juni lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa gelombang panas baru sedang terbentuk di atas Samudra Atlantik, yang berpotensi menyebabkan “minggu-minggu yang lebih mematikan” di benua biru. WHO menyarankan langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

