Serangan AS Hantam Iran untuk Malam Ketujuh Beruntun

Amerika Serikat melanjutkan serangan militer ke Iran untuk malam ketujuh berturut-turut setelah gencatan senjata diputus.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketujuh berturut-turut setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata sementara “berakhir”. Pernyataan yang dibagikan oleh Komando Pusat AS (Centcom) di X menyebutkan bahwa pasukannya “menghantam situs pengawasan, infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim” milik Iran.

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak meledak di Selat Hormuz saat melewati jalur perkapalan yang dipasangi ranjau, namun klaim tersebut dibantah oleh Centcom. Sementara itu, angkatan bersenjata Yordania mengatakan telah mencegat 10 misil Iran yang ditembakkan ke wilayah udara mereka, meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan.

Centcom mengumumkan penghentian serangannya pada pukul 21:30 ET (02:30 BST) setelah beberapa jam berlangsung. Dalam pernyataannya disebutkan, “Pasukan AS menggunakan pesawat tempur, drone udara, dan kapal perang selain aset lain.” Media milik pemerintah Iran, Fars, menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak “meledak dan terbakar saat melewati rute yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz”, namun Centcom menulis di X, “Seperti kebanyakan klaim IRGC, ini salah.”

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz terhenti akibat serangan beruntun yang terus berlangsung antara AS dan Iran. Selat ini biasanya menyumbang sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Ledakan terdengar di kota Yazd dan di pulau Qeshm serta pelabuhan Bandar Abbas yang berdekatan dengan selat tersebut, lapor media pemerintah Iran.

Pada hari Jumat, angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menyerang beberapa fasilitas militer AS di wilayah Teluk termasuk di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan untuk pertama kali di Suriah, meskipun dibantah oleh pihak AS. Pejabat Kuwait menyebutkan serangan drone Iran telah melukai beberapa tentara mereka, sementara pembangkit listrik dan stasiun pengolahan air juga mengalami kerusakan. Sumber-sumber mengatakan kepada mitra AS BBC, CBS News, bahwa beberapa anggota militer AS terluka selama serangan Iran di dua pangkalan Yordania pekan lalu.




Washington membantah klaim Teheran sebelumnya yang menyebut pihaknya menargetkan infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan, stasiun kereta, dan bandara. Pihak otoritas provinsi di wilayah yang terkena dampak, provinsi Hormozgan, melaporkan tujuh orang tewas dalam serangan tersebut. BBC Verify dan BBC Persian telah memverifikasi rekaman kerusakan pada Jembatan Gariveh, setelah video malam menunjukkan bola api di atas jembatan itu. Gambar siang hari menunjukkan jalan yang ambruk dengan puing-puing di sekitar jembatan yang rusak.

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa AS “melakukan serangan eksklusif pada target militer, termasuk infrastruktur logistik militer”. Jumat menandai satu minggu serangan malam hari AS sejak pembicaraan damai dengan Iran gagal, seiring ketegangan terkait masa depan Selat Hormuz yang menghambat upaya untuk mencapai gencatan senjata permanen.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com