ZONAUTARA.com – Serial HBO Euphoria menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat televisi sejak pertama kali dirilis. Serial ini menyuguhkan cerita yang kaya akan tema sosial, namun juga menimbulkan kritik terkait gaya penyajiannya yang dianggap terlalu sensasional. Euphoria mengangkat berbagai isu remaja seperti kecanduan, identitas seksual, dan kesehatan mental.
Ditulis oleh Sam Levinson, Euphoria berfokus pada kehidupan Rue, seorang remaja yang berjuang dengan kecanduan narkoba setelah pulih dari panti rehabilitasi. Serial ini menampilkan Zendaya sebagai pemeran utama, yang mendapatkan pujian atas penampilannya. Meski demikian, beberapa pihak menilai visualisasi dalam serial ini terlalu eksplisit dan justru berisiko memberikan dampak negatif.
“Euphoria memberikan gambaran yang berani dan jujur tentang kehidupan remaja modern, namun ada kekhawatiran bahwa cara penyajiannya lebih menonjolkan aspek sensasi daripada kritik sosial itu sendiri,” ujar salah satu kritikus televisi. Kritik ini menjadi pusat perdebatan, terutama karena beberapa adegan dalam serial dianggap kontroversial.
Meskipun demikian, bagi banyak penonton, Euphoria merupakan cerminan dari realita yang dihadapi remaja saat ini. Serial ini menantang norma-norma cara pandang terhadap isu remaja, memberikan ruang untuk diskusi dan refleksi mengenai kebijakan sosial dan pendidikan yang lebih baik.
Dengan cara penyampaian yang penuh warna dan puitis, Euphoria tak hanya digandrungi remaja, tetapi juga menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi dan pakar sosial. Serial ini membuka berbagai perspektif baru tentang bagaimana media mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu yang dihadapi generasi muda.
Diolah dari laporan Tirto.id.

