Karhutla dan kekeringan di Sulut: Jalur pendakian ditutup, bantuan air disalurkan, hingga siaga darurat

Ratusan hektar lahan persawahan di wilayah Dumoga gagal tanam

Editor: Redaktur
Lahan persawahan di wilayah Dumoga, Bolaang Mongondow mengering, petani gagal tanam. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolol Buol)

ZONAUTARA.com – Fenomena cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang dipicu El Nino memicu eskalasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan meteorologis di berbagai wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Sejumlah peristiwa kebakaran melanda kawasan pemukiman, perbukitan, hingga jalur transportasi vital, sementara sejumlah daerah mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi ini merespons tindakan cepat dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga instruksi penanganan dari Pemerintah Pusat.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), karhutla melanda Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, pada Kamis (13/8/2026). Asap tebal dari kebakaran lahan di area pegunungan yang berdekatan dengan jalan trans membubung tinggi dan mengganggu jarak pandang para pengguna jalan.

“Kebakaran ini meski ada di gunung namun cukup dekat dengan jalan trans, jadi pengendara seperti saya tentu terganggu dengan tebalnya asap ini,” ujar Agung, salah seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bolmong, Zulfadli Binol, membenarkan kejadian itu dan mengonfirmasi bahwa armada pemadam kebakaran mereka dikerahkan ke lokasi sewaktu kejadian.




Sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Lalow. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, Chandra Mokoginta, menyebutkan bahwa sepanjang periode 12 hingga 13 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran Bolmong telah menangani sedikitnya tiga kejadian karhutla yang melahap sekitar sembilan hektare lahan.

Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Kotamobagu pada Kamis (13/8/2026) sore. Lahan kosong di Bukit Ilongkow, Kelurahan Kotobangon, terbakar sekitar pukul 15.38 WITA akibat adanya oknum warga yang membakar rumput hingga api menjalar tak terkendali. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Kotamobagu, Regina Mokoginta, menyatakan dua unit armada dan delapan personel dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu 25 menit dengan bantuan masyarakat setempat.

“Tidak ada korban atau kerugian materi tapi untungnya api tidak merembet hingga ke pemukiman warga,” jelas Regina.

Ancaman karhutla juga membayangi jalur transportasi bebas hambatan Tol Manado-Bitung. PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) mencatat enam kali kejadian kebakaran lahan di sekitar bahu jalan tol sepanjang 1 hingga 11 Agustus 2026, tepatnya pada tanggal 1, 3, 6, 8, 9, dan 11 Agustus. Tri selaku Humas PT JMB mengonfirmasi rentetan kejadian tersebut terjadi di berbagai titik kilometer.

Salah satu insiden kebakaran ilalang seluas 200 x 50 meter terjadi di KM 26.600, Kelurahan Tendeki, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, pada Sabtu (8/8/2026). Polres Bitung menerjunkan satu unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) yang dikoordinasikan langsung oleh Kabag Ops AKP Novri Sadia, SH, bersinergi dengan dua unit pemadam kebakaran Pemkot Bitung hingga api berhasil dipadamkan.

kemarau
BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara bersama tim gabungan dalam penanganan karhutla di Kecamatan Silian Raya, Kab. Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (3/8). / Sumber : BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara

Tutup kawasan

Maraknya insiden karhutla membuat otoritas terkait mengambil langkah tegas dengan menutup akses pendakian gunung guna mengantisipasi kerusakan ekosistem yang lebih parah. Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken menutup sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Manado Tua. Keputusan ini diambil setelah vegetasi di kawasan tersebut terpantau sangat kering dan rentan terbakar. Langkah ini juga berkaca pada terbakarnya sekitar 1.000 hektare kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kepala BTN Bunaken, I Ketut Catur Marbawa, menjelaskan pihaknya tengah merampungkan surat resmi penutupan dan akan menggandeng pemandu wisata lokal untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tegas Catur.

Kebijakan serupa diterapkan oleh Pemerintah Kota Tomohon yang melarang seluruh aktivitas pendakian di Gunung Lokon dan sekitarnya. Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, menyatakan larangan ini merujuk pada rekomendasi PVMBG, BKSDA, serta peringatan dari BMKG Stasiun Klimatologi Sulut.

“Menyampaikan kepada masyarakat terkait larangan aktivitas pendakian Gunung Lokon dan sekitarnya sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” imbau Edwin Roring.

Pemkot Tomohon turut menginstruksikan pengawasan terpadu melibatkan Satpol PP, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, serta meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijak, dan memanfaatkan layanan Call Center 112/110 atau WhatsApp aduan 0821 5271 5474 dalam situasi darurat.

Berdasarkan data Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian II Agustus 2026 dari BMKG, sejumlah daerah di Sulut berada pada status Waspada (termasuk Minahasa Tenggara, Bolmong, Boltim, Bolmut, Bitung, Manado, Tomohon, dan Kotamobagu) serta status Siaga (meliputi Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, dan Siau Tagulandang Biaro).

Dampak kekeringan ini mulai dirasakan secara nyata di kawasan kepulauan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menerima bantuan sarana air bersih dan sanitasi dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BP2K) Sulut pada Selasa (11/8/2026). Bantuan berupa satu unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter, empat unit hidran umum 2.000 liter, dua unit tenda, serta fasilitas WC knockdown diterima langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan. Kehadiran mobil tangki air, hidran umum, serta fasilitas sanitasi akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih,” kata Tendris Bulahari.

karhutla
Rakor Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla secara virtual, Senin (10/8). / Foto: Pemprov Sulut

Menanggapi eskalasi bencana yang meluas, Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama jajaran Forkopimda Sulut mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla secara virtual pada Senin (10/8/2026). Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya respons cepat dan kolaborasi terpadu di daerah. Pemerintah Pusat telah menyiagakan 43 unit helikopter, 10 hingga 15 pesawat bersayap tetap (fixed-wing), Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penyediaan tangki air portabel (flexible tank) untuk memperkuat penanganan karhutla.

Situasi kekeringan dan ancaman karhutla di Sulawesi Utara memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah menjadi kunci utama dalam mencegah timbulnya bencana ekologis yang lebih luas di bumi Nyiur Melambai.

Share This Article
Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com