ZONAUTARA.com – PT Freeport Indonesia menargetkan peningkatan produksi tambang Grasberg hingga 75% dari kapasitas normal pada Semester I tahun 2027. Angka ini diharapkan meningkat dari proyeksi akhir tahun 2026 yang mencapai 65%. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, di Tembagapura, Papua Tengah.
Saat ini, perusahaan tengah mengupayakan pembersihan material sisa longsoran di tambang Grasberg Block Cave. Tony Wenas menyatakan bahwa pihaknya terus mempercepat pengerjaan teknis agar operasional tambang dapat kembali normal secara bertahap. “Ke depannya kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga 75% pada semester satu 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027,” ujarnya.
Pemulihan tambang bawah tanah saat ini melibatkan pemindahan sekitar 800.000 ton material lumpur basah dan perbaikan infrastruktur yang terdampak insiden. Beberapa alat berat dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan bijih yang lebih basah dari perkiraan awal. “Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya,” tambah Tony Wenas.
Meski belum beroperasi maksimal, hingga akhir tahun 2026, PTFI memproyeksikan produksi mencapai 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas. Kontribusi ke negara diproyeksikan mencapai Rp 47 triliun. “Tahun depan kita kan bisa mencapai semester satu itu 75% dan akhir tahun depan itu menuju ke 100%. Dan kalau kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya,” ujarnya.
Proses pemulihan yang lancar dianggap vital bagi keberlanjutan investasi Freeport, termasuk proyek tambang bawah tanah Kucing Liar yang diharapkan mulai produksi tahun 2029. Perusahaan menegaskan komitmen untuk keselamatan kerja selama proses peningkatan produksi menuju 100% di akhir 2027. “Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,” tandas Tony Wenas.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

