Listrik padam berjam-jam, pariwisata Bunaken terancam kehilangan wisatawan

Krisis listrik membayangi aktivitas warga dan pariwisata di Pulau Bunaken. Pemadaman hingga 6–12 jam sehari membuat pelaku usaha kehilangan tamu, sementara PLN menyiapkan tambahan kapasitas untuk memperkuat pasokan listrik.

Febri Kodongan
Penulis: Febri Kodongan
Editor: Redaktur
Pihak PLN saat disambangi Zonautara.com, (Foto: Febri Kodongan/ Zonautara.com).

ZONAUTARA.com – Krisis listrik membayangi Pulau Bunaken, Sulawesi Utara. Destinasi wisata kelas dunia yang tersohor hingga ke mancanegara ini harus berkali-kali gulita akibat pemadaman bergiliran.

Selama beberapa bulan terakhir, warga dan pelaku usaha di wilayah kepulauan tersebut terpaksa menelan pil pahit akibat padamnya aliran listrik dengan durasi 6 hingga 12 jam per hari.

​Kendati jadwal pemadaman sempat diinformasikan oleh Ketua Lingkungan setempat, warga tetap berada dalam dilema mendalam. Kepastian jadwal tak lantas menyelesaikan masalah, aktivitas harian dan roda ekonomi warga tetap lumpuh tanpa adanya solusi konkret.

​Dampak buruk pemadaman ini merembet langsung ke sektor pariwisata yang menjadi urat nadi perekonomian lokal.

Sejumlah wisatawan mancanegara meluapkan kekecewaan hingga membatalkan pesanan homestay, lalu memilih berpindah menginap ke pusat Kota Manado.




​”Usahakan listrik jangan bikin malu, karena Bunaken ini destinasi wisata. Jangan sampai terus-menerus mendapat ulasan negatif,” kata salah satu warga setempat.

​Selain durasi pemadaman, warga menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) penyedia layanan listrik. Petugas di lapangan dinilai hanya cakap menangani jaringan tiang hingga meteran, bukan teknisi ahli yang mampu mengatasi gangguan mesin genset.

​”Tempatkan SDM sesuai bidang dan keahliannya. Permohonan ini kami sampaikan karena kami sudah sangat tersiksa dengan keadaan ini,” lanjut warga dengan nada kecewa.

​Bagi para pengelola homestay, kerugian tak sekadar hitungan materi, tetapi juga menyangkut pertaruhan nama baik di mata tamu asing. Mereka mengaku serba salah saat pelayanan merosot drastis akibat ketiadaan daya.

​”Kami ini punya usaha. Kalau mati lampu, apa kami harus mengusir tamu atau diam saja? Kami malu kalau terjadi pemadaman,” tegas seorang pemilik homestay.

​Merespons keluhan yang kian memuncak, Pemerintah Kota Manado menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan pimpinan PLN.

​”Terkait persoalan listrik ini, Bapak Walikota sudah menyampaikan langsung kepada Kepala Cabang PLN,” ujar Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel.

​PLN buka suara: Tambah kapasitas dan targetkan surplus daya

​Menanggapi krisis tersebut, Manager Komunikasi dan TJSL PLN Suluttenggo, Noven N. Koropit, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Bunaken.

Ia mengonfirmasi bahwa pemadaman terjadi akibat kendala teknik pada unit mesin pembangkit.

​”Pertama, kami menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan mesin di lokasi. Namun, kami terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik, dan sejak Sabtu (17/8) sistem kelistrikan di Bunaken sudah kembali normal,” katanya kepada zonautara.com, Selasa (18/8/2026).

​Noven menjelaskan, saat ini sistem pembangkit di Bunaken memiliki daya terpasang sebesar 499 kW, sementara beban puncak masyarakat berada di angka 328 kW.

Menurutnya, secara matematis, posisi daya saat ini dalam kondisi standby surplus. Mengenai kualitas SDM, pihak PLN memastikan petugas teknis di lapangan sudah memiliki kompetensi yang sesuai untuk menangani gangguan unit.

​Guna memperkuat keandalan pasokan jangka panjang, PLN tengah memacu proyek instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berteknologi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 100 kWp di Bunaken.

​”Saat ini proses peningkatan layanan sedang berjalan melalui instalasi PLTS BESS 100 kWp. Ini adalah upaya nyata kami untuk menerangi Bunaken. Selain itu, ada beberapa unit mesin yang sedang di-upgrade dengan target kapasitas mencapai 1.000 kW pada awal September mendatang untuk memperkuat sistem,” tambahnya.

​Terkait keluhan dan potensi kerugian yang dialami warga maupun pelaku usaha, PLN memastikan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme pertanggungjawaban yang diatur dalam regulasi dan undang-undang yang berlaku.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com