ZONAUTARA.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk F Paulus, menekankan keberhasilan Indonesia dalam menjaga keamanan dari serangan teroris selama empat tahun terakhir. Ia mengingatkan pentingnya menjaga status ‘zero attack’ atau bebas serangan teroris dalam acara peringatan korban terorisme di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
“Alhamdulillah zero attack ini sudah masuk tahun keempat ya. Ini yang terus kita jaga ya,” ujar Lodewijk seusai menghadiri acara Kolaborasi Implementasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Korban Ekstremisme Berbasis Kekerasan dan Tindak Pidana Terorisme dalam rangka Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme Tahun 2026 yang diselenggarakan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Lodewijk menggarisbawahi bahwa pemerintah bertekad untuk menghindari serangan teroris di masa depan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menekan aksi terorisme. “Perlu keterlibatan masyarakat agar apa yang saya katakan tadi, aksi terorisme ini terus kita tekan untuk tetap zero attack,” tambahnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, mengungkapkan bahwa terdapat 28 rencana serangan teror yang berhasil dicegah selama empat tahun terakhir. “Selama empat tahun ini kurang lebih ada 28 rencana serangan teror yang dapat dicegah,” kata Eddy.
Eddy menambahkan bahwa langkah pencegahan tersebut dapat dilakukan berkat implementasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018, di mana perbuatan persiapan masuk dalam ranah hukum pidana. “Di dalam Undang-Undang Nomor 5/2018, perbuatan persiapan sudah masuk norma hukum pidana sehingga dari awal sudah dapat kita lakukan mitigasi,” jelasnya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

