Imbas El Nino, Gubernur Sulut minta warga tak bakar lahan

Febri Kodongan
Penulis: Febri Kodongan
Editor: Redaktur
Gubernur Yulius usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla Wilayah Provinsi Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado. (Foto: Dok. Diskominfo Sulut)

ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus meminta seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

​Hal tersebut ditegaskan Gubernur Yulius usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla Wilayah Provinsi Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pada Rabu (26/8/2026).

​”Prinsipnya kami sama-sama menyamakan frekuensi, menyamakan langkah antisipasi. Bagaimana peristiwa Karhutla yang saat ini terpengaruh fenomena El Nino sangat memengaruhi Sulawesi Utara khususnya. Kita sepakat untuk selesaikan dengan cepat,” ujar Yulius kepada awak media.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla sangat bergantung pada kepedulian dan kesadaran masyarakat. Mengingat cuaca panas ekstrem yang masih melanda, potensi kebakaran kecil dapat dengan cepat membesar dan meluas.




​”Peran dan kepedulian masyarakat sangat tinggi. Untuk itu saya imbau, saya minta kepada masyarakat Sulawesi Utara, mari kita bersama-sama menjaga Karhutla agar tidak terjadi di Sulut. Caranya yaitu jangan membakar lahan dan jangan membakar sampah sembarangan,” tegas Yulius.

​Menurut analisis meteorologi, pergerakan angin El Nino yang bertiup dari Samudra Pasifik menuju daratan diperkirakan memicu musim kemarau panjang. Musim kering ini diprediksi berlangsung hingga November 2026, dengan peluang curah hujan yang sangat minim.

​”Hujan tidak ada hari ini, diprediksi sampai bulan November akan terjadi kekeringan. Ada indikasi hujan satu-dua kali di bulan Oktober, tapi kemungkinannya kecil. Karena angin El Nino dari Pasifik mengarah ke daratan kita, sehingga kita harus tetap antisipasi,” jelasnya.

Rapat koordinasi lintas instansi ini dihadiri oleh jajaran penting Pemprov Sulut dan jajaran Forkopimda untuk menyusun skenario tanggap darurat serta patroli pencegahan di titik-titik rawan kebakaran.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com