Kemenkes Lakukan Strategi Komprehensif Cegah Dampak Karhutla pada Lansia

Kemenkes terapkan strategi komprehensif mencegah dampak kesehatan akibat karhutla pada lansia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan strategi komprehensif guna mencegah dampak kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap lansia, kelompok yang rentan terdampak. Kebakaran hutan di sejumlah provinsi pada tahun 2026 telah menimbulkan efek kesehatan serius, terutama bagi kelompok usia lanjut.

Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi, partikel halus dari asap pekat seperti PM2.5 dan PM10 masuk ke dalam paru-paru dan memicu gangguan pernapasan akut maupun kronis. “Data Kemenkes mencatat lebih dari 50 ribu kasus ISPA hingga akhir Agustus, dengan hampir 40 ribu diantaranya terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun, termasuk lansia,” katanya di Jakarta, Selasa.

Laporan resmi menunjukkan sekitar 3,8 juta lansia tinggal di delapan provinsi terdampak, menggambarkan skala kerentanan yang harus dihadapi. Di Kalimantan Barat tercatat lebih dari 16 ribu kasus ISPA, sementara Kalimantan Tengah melaporkan lebih dari 6 ribu kasus. Dampak bagi lansia termasuk gangguan pernapasan, risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, serta penurunan fungsi kognitif.

“Studi resmi menunjukkan bahwa angka kematian mendadak pada lansia meningkat selama dan setelah episode kebakaran besar. Selain itu, dampak psikososial tidak kalah berat: evakuasi, kehilangan rumah, dan kecemasan pasca-bencana meningkatkan stres, depresi, dan isolasi sosial,” ucap Imran. Infrastruktur yang terganggu turut membuat akses layanan kesehatan menjadi terbatas bagi lansia.

Kemenkes mengatasi masalah ini dengan menyiapkan pos pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit rujukan, dan pos pengungsian. Fasilitas ini dilengkapi dengan oksigen konsentrator, tabung oksigen, serta obat-obatan. Distribusi logistik dilakukan masif, termasuk pengiriman lebih dari 267 ribu masker ke Kalimantan Tengah dan lebih dari 470 ribu masker ke Jambi. “Surveilans harian melalui SKDR Situasi Khusus terus memantau tren ISPA pada lansia, sementara Public Safety Center (PSC) 119 dan tenaga cadangan kesehatan disiagakan untuk evakuasi darurat,” tambah Imran.




Kemenkes juga mengedukasi caregiver tentang penggunaan masker, hidrasi rutin, pembatasan aktivitas fisik, serta pengenalan tanda bahaya. “Kebakaran hutan telah membuktikan bahwa krisis lingkungan dapat dengan cepat berubah menjadi krisis kesehatan. Lansia adalah wajah paling nyata dari kerentanan tersebut,” tuturnya. Menempatkan lansia sebagai prioritas dalam strategi mitigasi, katanya, adalah hal penting untuk menekan risiko komplikasi.

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com