ZONAUTARA.com – Polres Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengamanan dan pemantauan setelah beberapa penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan penerbangan ini berdampak pada operasional Bandara Soekarno-Hatta. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana menegaskan bahwa peningkatan keamanan dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga.
“Kami meningkatkan kesiapsiagaan personel sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Prioritas kami adalah memastikan keamanan, keselamatan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Wisnu Wardana dalam keterangannya pada Minggu, 6 September.
Paralel dengan peningkatan pengamanan, polisi juga melakukan berbagai pelayanan termasuk membagikan masker, pengecekan kesehatan, serta menyediakan makanan dan minuman bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. “Kami memahami bahwa pembatalan penerbangan tentu berdampak terhadap masyarakat. Karena itu, personel kami hadir untuk membantu, memberikan pelayanan, serta memastikan para penumpang tetap mendapatkan perhatian selama menunggu informasi lebih lanjut,” tutur Wisnu.
Wisnu juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperoleh informasi penerbangan melalui pihak maskapai dan kanal resmi. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperoleh informasi penerbangan melalui pihak maskapai dan kanal resmi. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama,” ajaknya.
Secara keseluruhan, Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait terus melakukan monitoring, pengamanan, pelayanan, dan koordinasi demi mengantisipasi dampak lanjutan dari erupsi ini terhadap aktivitas penerbangan. Selain Bandara Soetta, delapan bandara lainnya juga terdampak penutupan akibat abu vulkanik. Untuk mengatasi situasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menyiapkan tiga bandara alternatif yakni Kertajati, Ahmad Yani, dan Juanda.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

