ZONAUTARA.com – Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyarankan agar BMKG digabungkan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) daripada dengan Badan Geologi. Pendapat ini diungkapkannya sebagai respons terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menggabungkan BMKG dan Badan Geologi.
Dwikorita menyatakan bahwa usulan tersebut telah dia sampaikan sejak menjabat sebagai kepala BMKG pada 2019. “BMKG itu sudah mengajukan usulan agar bukan Badan Geologi, tapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu bisa disatukan ke dalam BMKG,” kata Dwikorita dalam sebuah diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (9/9).
Ia menjelaskan bahwa pemisahan fasilitas pemantauan dengan lembaga yang mengeluarkan peringatan menyebabkan proses analisis tidak optimal. “Karena pelajarannya adalah kami tidak bisa mengeluarkan peringatan dini karena semua fasilitas, perlengkapan monitoring, dan sebagainya ada di Pusat Vulkanologi. Tapi peringatan dininya di kami,” jelasnya.
Dwikorita menambahkan bahwa penggabungan ini terinspirasi dari pengalaman Jepang yang mengintegrasikan penanganan bencana ke dalam lembaga meteorologi tunggal, Japan Meteorological Agency (JMA). Menurutnya, model seperti ini dapat mempercepat respons terhadap bencana seperti tsunami dan erupsi gunung api.
Meski demikian, Dwikorita menyoroti bahwa integrasi ini tidak berarti memasukkan seluruh Badan Geologi karena tugasnya yang luas tidak seluruhnya berkaitan dengan bencana. “Kalau itu semua satu badan dimasukkan BMKG, malah BMKG lupa tugas utamanya. Nanti jadi ngurus yang lain-lain,” tuturnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

