Bareskrim Polri Tangkap Kurir Sabu Dikendalikan Dari Rutan Surabaya

Bareskrim Polri menangkap kurir sabu yang dikendalikan jaringan Rutan Surabaya berkat informasi perjalanan dari Medan ke Lombok.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Bareskrim Polri menyatakan keberhasilannya menangkap seorang kurir narkotika jenis sabu yang dikendalikan jaringan narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa penangkapan ini dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai rencana pengiriman sabu dari Medan ke Lombok.

“Informasi dari masyarakat mengenai akan adanya orang yang akan mengirimkan Narkotika Jenis Sabu dari Medan ke Lombok melalui perjalanan darat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Berdasarkan informasi tersebut, Eko melanjutkan, Kasubdit IV Kombes Handik Zusen dan Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury segera melakukan penyelidikan terhadap jalur pengiriman sabu tersebut. Dalam prosesnya, petugas menemukan tersangka Sayed Zuwanda (23) yang saat itu sedang menunggu giliran di pelabuhan untuk masuk ke dalam kapal. Tim gabungan kemudian melakukan pengecekan dengan bantuan anjing pelacak K-9 dan berhasil menemukan sabu di dalam mobil Sayed.

“Ditemukan barang bukti sebanyak 5 bungkus plastik kemasan teh cina warna hijau dilapisi bubble wrap diduga berisi Narkotika jenis sabu disembunyikan di dalam ban serep mobil Innova warna hitam,” tuturnya. Eko lebih lanjut menjelaskan bahwa Sayed menerima perintah pengiriman sabu dari seorang narapidana bernama Andreansyah Bin Soleh Maulana alias ALM yang ditahan di Rutan Kelas 1 Surabaya.

“Dari Rutan Kelas 1 Surabaya didapat pengendali tersangka Sayed Zuwanda adalah Andreansyah Bin Soleh Maulana (ALM). Dari hasil interogasi Andreansyah Bin Soleh Maulana (ALM) dikendalikan oleh seseorang bernama Haykal (DPO),” ujarnya lagi. Sebagai imbalannya, Sayed dijanjikan upah sebesar Rp27,5 juta untuk tugas pengirimannya dari Medan ke Lombok. Sayed mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi.




Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com