ZONAUTARA.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Bea Cukai Jawa Timur I dan Rutan Kelas I Surabaya, mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat 5,4 kilogram yang disembunyikan dalam ban serep mobil. Pengungkapan ini dilakukan di Terminal Ro-Ro Jamrud, Surabaya, Kamis (10/9) sore hari.
Seorang tersangka bernama Sayed Zuwanda berhasil diamankan dalam kasus ini. Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, dalam keterangannya di Surabaya, Selasa, mengatakan, “Terungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan Jakarta-Surabaya-Lombok. Kami berhasil mengamankan seorang tersangka beserta barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan dalam ban serep mobil.”
Barang bukti sabu tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp975,25 juta dan memiliki potensi menyelamatkan sekitar 27.091 orang dari penyalahgunaan narkotika. Petugas kini sedang memburu Daniel Alfian yang diduga membantu dalam menyembunyikan sabu tersebut dan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Berdasarkan pengakuan tersangka, jaringan narkoba ini diduga dikendalikan oleh seseorang bernama Haykal Fikri, yang saat ini juga sedang dalam pencarian pihak kepolisian untuk pengembangan jaringan. Pengungkapan berhasil dilakukan berkat operasi gabungan Subdirektorat IV dan Tim Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I serta Rutan Kelas I Surabaya.
Untuk mendukung pengusutan kasus ini, Rutan Kelas I Surabaya mengambil langkah koordinasi dengan Bareskrim Polri dan melakukan pengamanan internal, salah satunya melalui razia insidental di blok hunian warga binaan. Alat komunikasi terkait kasus juga telah diserahkan kepada kepolisian untuk penyidikan lebih lanjut.
Tristiantoro menegaskan, “Jika dalam proses pendalaman ditemukan adanya keterlibatan, kami akan mendukung segala proses penegakan hukumnya sesuai aturan yang berlaku.” Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut, guna mengungkap pihak lain yang mungkin terlibat. Pengungkapan ini sejalan dengan program Zero HALINAR di lingkungan pemasyarakatan.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

