ZONAUTARA.com – Pemerintah Portugal secara resmi menyetujui paket pemotongan pajak penghasilan pribadi dan pemberian suplemen pensiun satu kali kepada lebih dari dua juta pensiunan dengan nilai total US$918 juta (Rp16,15 triliun). Kebijakan ini berlaku surut dari Januari untuk meredakan tekanan biaya hidup.
Perdana Menteri Luis Montenegro mencatat adanya kekhawatiran masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar. Namun, ia menolak usul pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan makanan pokok dari 6% menjadi nol yang diajukan oposisi, karena dianggap membahayakan keuangan negara. “Kita harus menyeimbangkan kepekaan sosial dengan tanggung jawab anggaran,” ujarnya.
Adapun suplemen pensiun akan diberikan pada bulan Desember, dengan total sekitar setengah dari keseluruhan paket. Lebih dari dua juta pensiunan yang menerima uang pensiun kotor bulanan hingga sekitar 1.600 euro per bulan akan mendapat suplemen ini, dengan nilai berkisar antara 200 hingga 100 euro tergantung tingkat pensiunnya.
Sementara itu, pemotongan pajak penghasilan pribadi diterapkan bagi individu berpenghasilan kena pajak tahunan hingga 43.090 euro. Kebijakan ini, yang menelan biaya sekitar 400 juta euro per tahun, efektif mulai November dan berlaku surut sejak Januari. Montenegro menyatakan, “Langkah ini ditujukan terutama pada rumah tangga kelas menengah.”
Langkah-langkah tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen, namun diharapkan akan mendapat dukungan luas. Sebelumnya, Montenegro menyatakan Portugal berada di jalur pencapaian surplus anggaran 2026, mengalahkan perkiraan awal anggaran berimbang.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

