ZONAUTARA.com – Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) menghadapi tantangan dalam hal pembiayaan dan ketersediaan lahan, ungkap Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), Aldo Artoko. Ia mengatakan bahwa meskipun Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN masih dianggap sebagai peluang utama untuk memperoleh pembiayaan, emiten tetap harus berhadapan dengan masalah lainnya seperti lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang luas serta infrastruktur sistem penyimpanan yang memadai.
Aldo Artoko menambahkan bahwa prospek bisnis EBT cukup cerah, seiring dengan adanya dukungan dari program transisi energi yang mendukung swasembada energi nasional. Menurutnya, “Perluasan sumber pembiayaan merupakan salah satu tantangan utama dalam ekspansi bisnis energi baru dan terbarukan, termasuk hidro dan energi listrik surya.”
Berdasarkan penjelasan Aldo, PT Arkora Hydro Tbk yakin bahwa dukungan regulasi pemerintah serta inisiatif swasta dapat mewujudkan pertumbuhan signifikan dalam sektor ini. “Kami optimistis bisnis ini akan terus berkembang,” tambah Aldo dalam wawancara dengan Shania Alatas di acara Squawk Box, CNBC Indonesia.
Selama dialog tersebut, Aldo Artoko memaparkan bahwa salah satu upaya penting yang harus dilakukan adalah bagaimana memperluas sumber pembiayaan secara efektif untuk memastikan kelangsungan dan keberlanjutan proyek-proyek EBT.
Dengan demikian, ARKO terus berinovasi dalam menemukan solusi atas tantangan-tantangan ini, guna memaksimalkan potensi energi terbarukan sebagai langkah menuju transisi energi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

