ZONAUTARA.com – Alexandra Christy Untono, seorang siswi kelas 12 ACS Jakarta, berhasil memberdayakan 126 perajin di Kalimantan Selatan melalui wirausaha sosial bernama Gaia Weave. Alexandra mengembangkan purun, tanaman lahan basah lokal, menjadi produk fungsional modern untuk meningkatkan ekonomi perajin sekaligus menjaga ekosistem gambut.
Purun, atau Lepironia articulata, adalah tanaman lahan basah yang tumbuh secara alami di daerah gambut. Masyarakat Kalimantan Selatan telah lama memanfaatkannya sebagai bahan anyaman tradisional. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan membuat pelestarian ekosistem purun semakin penting.
Melihat potensi ini, Alexandra memulai Gaia Weave yang mengolah purun menjadi produk seperti tech organizer, document pouch, dan tas. “Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah dan dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membangun insentif nyata agar masyarakat melihat nilai perlindungan dari ekosistem,” ujar Alexandra.
Pendekatan Alexandra memperluas akses pasar bagi perajin lokal. Gaia Weave telah bermitra dengan perajin perempuan di 15 desa, meningkatkan pendapatan mereka hingga 150%. Ibu Idang, salah satu perajin, merasakan manfaat ini dengan tambahan penghasilan Rp80.000-Rp100.000 per hari dari anyaman purun.
Alexandra menegaskan bahwa nilai ekonomi purun tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai penghubung antara ekonomi lokal dan perlindungan ekosistem. Hingga tahun 2030, Gaia Weave menargetkan untuk bermitra dengan lebih dari 1.000 perajin dan memperluas pasar ekspor.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

