ZONAUTARA.com – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) akan menyelenggarakan BiosfeRun 2026, sebuah ajang lari lintas alam tahunan di Perbukitan Menoreh pada 18 Oktober 2026, untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan memperkuat ekonomi lokal. Kegiatan ini menargetkan 1.000 peserta dari berbagai daerah, dengan tujuan menggabungkan olahraga, alam, dan budaya dalam satu festival.
Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menjelaskan bahwa BiosfeRun 2026 akan berfokus pada manfaat nyata bagi konservasi lingkungan dan ekonomi masyarakat sekitar. “BiosfeRun 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Yusuf dalam konferensi pers pada Kamis (1/10).
Acara ini akan dimulai dan berakhir di Lapangan Pagerharjo, Kulonprogo, dan lebih dari sekadar perlombaan lari, kegiatan ini dimaksudkan untuk memacu kesejahteraan masyarakat desa dan mendukung kelestarian lingkungan Menoreh. Dengan melibatkan warga dalam seluruh rangkaian acara, BPOB berencana mempromosikan produk lokal dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Ricky Harris Fadhila, Kepala Divisi Pemasaran Nusantara Pariwisata BPOB, mengungkapkan bahwa gelaran tahun 2025 telah menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp1 hingga Rp1,5 miliar di kawasan Menoreh. “Perputaran itu mencakup komunitas, vendor, masyarakat sekitar, kesenian, hingga UMKM lokal,” tambah Ricky.
Selain meningkatkan ekonomi setempat, program ini juga bertujuan untuk melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam ekosistem wisata yang berkelanjutan. Pihak penyelenggara memastikan persiapan logistik, terutama kelancaran lalu lintas, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung pada tahun 2026. “BiosfeRun tidak hanya diperuntukkan bagi para pelari, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dengan masyarakat,” tandas Ricky.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

