Menbud Resmikan Museum Keris Indonesia Usai Revitalisasi

Museum Keris Indonesia di TMII diresmikan kembali usai revitalisasi untuk memperkuat edukasi budaya keris.

Redaktur AI
Penulis:
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Museum Keris Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, resmi dibuka kembali oleh Menteri Kebudayaan setelah menjalani proses revitalisasi yang komprehensif. Revitalisasi ini bertujuan memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, pelestarian, penelitian, dan pemajuan budaya perkerisan di Indonesia.

Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan tata pamer, penguatan narasi sejarah dan filosofi keris, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan fasilitas edukasi dan konservasi. Perubahan nama dari Museum Pusaka menjadi Museum Keris Indonesia menegaskan fokus pada penyajian keris sebagai warisan budaya dengan nilai sejarah, teknologi, estetika, simbolik, dan filosofis.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, “Pusaka itu terlalu luas. Bukan hanya keris, bukan hanya tombak, bisa pisau, bisa segala macam. Bahkan tanah air kita pun adalah pusaka.” Ia menekankan bahwa revitalisasi harus melibatkan penguatan tata kelola, kurasi, riset, digitalisasi, narasi, serta akses terhadap pengetahuan.

Dengan revitalisasi, museum kini menyuguhkan alur cerita yang terstruktur. Lantai pertama mengajak pengunjung mengenal sejarah keris, perkembangan budaya perkerisan, berbagai bentuk, teknologi seni tempa, hingga filosofi keris. Sementara lantai kedua menampilkan keris dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa, Madura, Bali, dan lainnya, serta mengajak memahami fungsi keris dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Museum ini kini dilengkapi fasilitas multimedia dan ruang imersif untuk pengayaan pengalaman belajar. Sekitar 200–300 keris dipilih untuk ditampilkan dari koleksi hampir 6.000 keris. Revitalisasi juga memperkenalkan studio penempaan, ruang konservasi, dan klinik keris, yang mendukung perkenalan teknik pembuatan dan perawatan keris, serta pengembangan layanan dokumentasi dan sertifikasi melalui kolaborasi dengan pihak terkait.




Museum ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak seperti empu, perajin, seniman, peneliti, dan komunitas. Melalui program edukasi dan kegiatan budaya berkala, museum ini berpotensi memperkuat pewarisan pengetahuan dan keterampilan terkait keris. Keberadaan Museum Keris Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke TMII serta memastikan pewarisan budaya dan keterampilan perkerisan berlanjut kepada generasi mendatang.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com