ZONAUTARA.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia memiliki strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui dua instrumen utama, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara. Dua instrumen ini berperan penting dalam menggerakkan dan menumbuhkan ekonomi nasional.
Suahasil menjelaskan bahwa APBN memiliki tiga fungsi besar: menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan menjaga kepercayaan atau kredibilitas. Dalam fungsi menumbuhkan, APBN berperan dalam mendorong kegiatan ekonomi dan investasi untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk itu, APBN perlu bekerja sama dengan lembaga lain, terutama Danantara.
Menurut Suahasil, Danantara adalah katalis investasi yang dapat memobilisasi modal strategis untuk proyek-proyek bernilai tambah tinggi. “Danantara adalah sovereign yang berarti juga adalah negara. Dan kita ingin menggandeng kelompok swasta untuk memiliki optimisme untuk terus membangun, meningkatkan investasi di Indonesia di berbagai macam sektor,” katanya saat berbicara di Rapimnas KADIN, Jumat (30/10/2026).
Ia mengibaratkan APBN dan Danantara sebagai ‘dua lengan’ pemerintah dalam usaha menumbuhkan ekonomi. “Negara itu ibaratnya punya dua tangan, two arms of the state. Nomor satu adalah tangan APBN, nomor dua adalah tangannya Danantara. Two arms of the state, kebijakan fiskal dan kebijakan investasi negara adalah sinergi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa Danantara adalah lembaga independen yang berorientasi pada profit dan mendukung program strategis pemerintah. Tiga fungsi utama Danantara adalah menggerakkan sektor swasta sebagai mesin pertumbuhan, mendukung investasi strategis, serta membangun sinergi untuk program-program prioritas seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan industrialisasi.
Dalam rangka mengoptimalkan sinergi antara APBN dan Danantara, pemerintah menerapkan kerangka koordinasi fiskal-Danantara yang terdiri dari empat poin. Pertama, mendukung upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kedua, menyelaraskan strategi fiskal-investasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Ketiga, memperkuat investasi, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya negara, serta meningkatkan kapasitas pembiayaan. Poin keempat adalah menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar melalui investasi produktif.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

