Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Whatsapp Buka Lowongan Ini, Tanda Mulai Cari Uang?

Dijelaskan dalam penjelasan lowongan, tanggung jawab Product Manager adalah untuk memimpin pengembangan produk sekaligus upaya monetisasi.

Published

on

ZONAUTARA.com – Whatsapp membuka lowongan pekerjaan bagi para pemburu kerja. Selain Product Manager, aplikasi pesan instan milik Facebook ini juga merekrut karyawan untuk posisi Product Marketing Manager dan Business Communication. Langkah tersebut terindikasi adalah cara untuk menghasilkan uang.

Dilansir dari KompasTekno, Selasa (25/7/2017), aplikasi yang dibeli Facebook senilai 19 miliar dollar AS pada 2014 lalu, Whatsapp tidak memberi kontribusi finansial. Tampaknya hal ini akan segera berubah.

Dijelaskan dalam penjelasan lowongan, tanggung jawab Product Manager adalah untuk memimpin pengembangan produk sekaligus upaya monetisasi. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa Whatsapp sedang memulai upaya untuk mencari uang.

Upaya ini diperkuat dengan adanya lowongan Product Marketing Manager untuk menangani masalah penjualan ke pelanggan dan perencanaan penjualan, serta Business Communication untuk urusan komunikasi mengenai bisnis mereka.

Pada keterangan mengenai kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan Product Manager dan Product Marketing Manager, dicantumkan bahwa WhatsApp membutuhkan orang dengan pengalaman di layanan pembayaran dan pencarian lokal.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa lowongan tersebut terkait dengan strategi WhatsApp yang ingin menciptakan produk untuk negara berkembang. Sasarannya, bisa jadi India atau Brasil.
*Berita ini sebelumnya sudah tayang di KompasTekno

Ekonomi dan Bisnis

Bertajuk Tara La No Ate, ICCF 2019 bakal digelar di Ternate

Published

on

Persiapan pelaksanaan ICCF 2019 di Ternate. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.com Iven Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) bakal digelar pada tanggal 2-7 September 2019. Tahun ini, Ternate, Maluku Utara didaulat menjadi tuan rumah.

ICCF 2019 bakal menyuguhkan acara-acara berkelas yang bertujuan untuk menciptakan kerja sama lintas stakeholder kota dalam mengembangkan kota kreatif.

Iven yang digagas oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) serta dibantu oleh BEKRAF dan Pemerintah Kota Ternate, bertajuk ‘Tara La No Ate’.

Dalam bahasa Ternate, Tara La No Ate berarti turun ke bawah dan pikat. Tema ini bakal diaplikasikan dengan berbagai acara yang telah disiapkan dengan matang.

Salah satu acara yang menjadi perhatian adalah Creative Cities Conference yang digelar di Grand Hotel Dafam, Ternate, pada 4-5 September 2019. Dalam konferensi ini, akan hadir sejumlah pembicara yang telah diakui sepak terjangnya dalam industri kreatif Indonesia.

Seperti Kepala BEKRAF Triawan Munaf, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Komisaris Utama NET Mediatama Wishnutama bakal hadir memberikan materi yang pasti menginspirasi. Selain itu, sejumlah wali kota kreatif dan komunitas kreatif juga bakal hadir mengisi panel tentang pengembangan industri kreatif di kotanya.

Ketua Umum ICCN Tb. Fiki C. Satari dalam keterangan resminya yang diterima Zona Utara mengatakan, dalam konferensi nanti tersedia juga semacam workshop dan ruang konsultasi yang dapat dimanfaatkan kepala daerah dan jajaran pemerintah kota untuk berdiskusi demi menciptakan kota kreatif.

“Pada acara ICCC yang merupakan bagian dari rangkaian dari ICCF 2019 di Ternate, formula Catha Ekadaksa akan secara langsung disampaikan oleh para ahli. Tidak hanya saat mereka di panggung, atau pada pembahasan di forum terbuka saja, tapi juga di sana tersedia ruang konsultasi one-on-one yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder termasuk kepala daerah dan jajaran pemerintahnya, komunitas, akademisi, pelaku usaha dan lainya untuk mendiskusikan masalah di kota dan kabupatennya secara spesifik,” katanya.

Selain konferensi, akan ada acara lainnya, seperti Festival Banteng Oranje (2-7 September), Kololi Kie (6 September), Karnaval Budaya (2 September), Spice Tour (3 September), Jejak Wilayah Wallacea (2-7 September, ConfrenSEA/Kongres ICCN(7 September).

Maskot ICCF

Dalam gelaran ICCF 2019 juga hadir maskot yang menjadi ikon. Maskot tersebut diberi nama Quzo yang merupakan modifikasi dari kata Kuso (bahasa Ternate) yang berarti seekor hewan mamalia berkantung yang unik karena bermata biru (Phalanger sp ternate/blue-eyed cuscus). Hewan ini adalah hewan endemik Ternate-Tidore yang sudah terancam punah keberadaannya karena manusia.

Quzo terbilang berani beda dan merupakan pribadi yang kreatif. Dia sangat terobsesi menjadi astronaut yang melambangkan, bahwa anak muda Ternate harus berani bercita-cita setinggi langit, bahkan mencapai luar angkasa. Cara dia bergelantungan menggunakan ekornya membuat dia merasa seperti melayang di luar angkasa.

Warna Quzo diadaptasi dari warna kuskus pada aslinya, yaitu orange kecoklatan yang melambangkan semangat antusias dan keramahan Kota Ternate dalam menyambut ICCF 2019 di Ternate, yang juga selaras dengan identitas warna ICCN.

Matanya yang berwarna biru melambangkan Ternate yang berada di gugusan provinsi kepulauan yang luas. Pemilihan kuskus bermata biru ini juga sebagai bentuk kampanye agar masyarakat melindungi dan menjaga keberlangsungan populasi hewan asli Ternate-Tidore ini, yang kian sedikit atau terancam punah.

Tentang ICCN

Indonesia Creative Cities Network (ICCN) adalah simpul komunitas kreatif skala kabupaten/kota se-Indonesia. Inisiasinya dimulai ketika “10 Prinsip Kota Kreatif” dideklarasikan di Kota Bandung, bersamaan dengan penyelenggaraan Creative Cities Conference pada tanggal 26-27 April 2015.

ICCN dibentuk bertepatan dengan kegiatan Indonesia Creative Cities Conference pada tanggal 22-25 Oktober 2015 di Kota Solo. Saat ini, ada sekitar 200 kabupaten/kota yang tergabung dalam ICCN.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com