Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Sorotan

Metode Blante Di Desa Rap-rap Jadi Solusi Masalah Sampah

Sejauh ini sudah ada 20 rumah tangga yang dijadikan sampel.

Published

on

MINSEL, ZONAUTARA.com – Ternyata ada banyak cara mengurai masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar kita. Seperti yang dilakukan kelompok pengelola sampah di Desa Rap-rap, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Diprakarsai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Manengkel Solidaritas, kelompok ini giat mengurangi masalah sampah dengan metode blante, yang menukar sampah dengan bahan pokok.

Blante ini diprakarsai LSM Manengkel Solidaritas. Sampah plastik ditukar dengan bahan pokok seperti beras, minyak kelapa, dan kebutuhan dapur lainnya,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Rap-rap Yusak Kasenda.

Malah, kata Yusak, blante sampah yang dimaksud tak hanya ditukar dengan bahan pokok saja, namun bisa juga ditukar dengan vitamin.

“Anak-anak maupun orang tua yang membawa sampah diberikan pilihan, ditukar dengan bahan pokok dan vitamin,” tambahnya.

Selain penanganan sampah plastik, di Rap-rap juga belakangan mulai dikembangkan pembuatan sampah yang diolah dari sisa tanaman seperti rempah-rempah dan sayur-sayuran yang tidak lagi digunakan. Sejauh ini sudah ada 20 rumah tangga yang dijadikan sampel.

“Tanaman yang sudah tidak dipakai atau mulai membusuk dijadikan pupuk kompos misalnya sisa batang bawang, kulit wortel, atau kol. Itu diletakkan di tempat tertutup yang sudah dibuat. Saat menguap, air yang jatuh ke bawah menjadi pupuk cair,” ujarnya.

Pupuk itulah, imbuhnya, yang dipakai untuk budidaya tanaman vertikultur yang ada di rumah-rumah. Budidaya tanaman ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Dari segi pendanaan, diperoleh bantuan dari LSM Solidaritas Manengkel dan Corral Triangle Initiative.(K-08)

 

Editor: Rahadih Gedoan

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TRAGEDI DI BAKAN

Legislator Sulut prihatin soal tambang rakyat di Bakan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com– Aktifitas pertambangan rakyat yang menalan puluhan korban di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi keprihatinan bersama. Terutama para wakil rakyat kita di DPRD Sulawesi Utara.

Legislator, Rita Lamusu mengatakan, kejadian tersebut telah diperingatkan sejak lama oleh seluruh pihak. Namun menurut dia, Pemerintah harus tegas terhadap tambang-tambang tanpa izin tersebut.

“Karena saat ini kelihatan setengah-setengah dalam menanganinya sehingga masyarakat tidak takut melakukan penambangan,” kata dia, Senin (11/3/2019).

Bahkan kata politisi PKS itu, hampir setiap di acara di desa sering diinfokan soal tambang-tambang ilegal namun masyarakat tidak mengindahkan.

“Setidaknya harus ada solusi konkrit dari pemerintah terkait hal ini agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan ilegal,” ujar Lamusu.

Sedangkan soal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertambangan yang sementara digodok di DPRD Sulut, masyarakat pun meminta agar segera dituntaskan.

“Di DPRD Sulut ada Ranperda Pertambangan. Kiranya Ranperda itu berisikan pasal-pasal yang bisa jadi payung hukum dalam penertiban pertambangan ilegal, serta memberikan solusi bagi rakyat penambang,” tambah pengamat politik pemerintahan, Taufik Tumbelaka.

“Kan kerja para legislator adalah membuat aturan yang berpihak pada rakyat,” tambah dia lagi.

Seperti diketahui, dari data Basarnas Manado, hasil evakuasi tim tahap pertama mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019, ada 27 korban yang dievakuasi, dimana 18 orang selamat dan 9 orang meninggal dunia.

Evakuasi tahap kedua pada 4 Maret sampai 7 Maret, ada 18 jenazah korban. Namun, ada beberapa yang tidak utuh. (K-02)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending