Connect with us

ZONAPEDIA

Sketsa Telanjang Mona Lisa Ditemukan Di Prancis

Para ahli telah menemukan petunjuk yang cukup bahwa Leonardo Da Vinci yang mengerjakan sketsa tersebut.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Potret wanita telanjang yang dikenal sebagai Monna Vanna ditemukan di sebuah rumah di Prancis dan diduga telah ada sekitar 150 tahun yang lalu. Lukisan tersebut sebelumnya hanya dihubung-hubungkan dengan studio Leonardo Da Vinci. Namun seorang ahli seni dari Prancis mengatakan lukian tersebut mungkin saja merupakan sketsa dari Mona Lisa.

Namun para ahli telah menemukan petunjuk yang cukup bahwa Leonardo Da Vinci yang mengerjakan sketsa tersebut. Setelah menjalani tes di Museum Louvre di Paris, para kurator yakin bahwa sketsa tersebut adalah hasil karya Leonardo Da Vinci.

Kurator Mathieu Deldicque mengatakan, “gambar tersebut memiliki kulitas yang sangat luar biasa pada bagian tangan dan wajah, dan bukan salinan yang pucat. Dan mungkin sebuah karya persiapan untuk lukisan cat minyak.”

Diantara petunjuk yang diajukan oleh Deldicque adalah tangan dan tubuhnya hampir identik, potretnya memiliki ukuran yang hampir sama, lubang kecil yang menusuk mungkin digunakan untuk melacak bentuknya ke kanvas.

Namun Mr. Mottin menunjukan bahwa garis di bagian atas gambar dilakukan oleh tangan kanan sedangkan Leonardo Da Vinci menggambar dengan tangan kirinya. “Kita harus berhati-hati, penelitian ini akan terus berlanjut dan mungkin akan memakan waktu yang lama karena gambar ini sangat rapuh sehingga sulit untuk dikerjakan,” kata Mottin.

 

Sumber: bbc.com

Translator: Tesa Filia Senduk

 

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Inovasi harus mengenal Patent Mapping

Paten terkait dengan hak cipta

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Demikian yang dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara di Jakarta, Senin (19/08/2019).

Menurutnya, hal tersebut beralasan karena paten terkait dengan hak cipta. Melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembela­jaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain.

“Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” ujar Ngakan.

Dalam etimologinya, imbuhnya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Sementara itu, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Kemenperin sedang mendorong pemanfataan Patent Mapping bagi para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” tuturnya.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Ngakan menjelaskan, bahwa dalam pengembangan kendaraan listrik, 60 persen kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai.

“Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Kepala BPPI, pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men­jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men­dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti­sipasi dari seluruh stakeholder,” paparnya. 

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com