Connect with us

Serba Serbi

Atraksi Barongsai, Tradisi Mengusir Hawa Jahat

Published

on

Atraksi Barongsai yang mengunjungi rumah warga keturunan Tionghoa di Kelurahan Dendengan Dalam. (Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com  Barongsai dari Perguruan Wushu Ching Lung Toan dari Klenteng Kwan Kong Manado, menggelar road show, Senin (26/2/2018). Barongsai ini pun mengunjungi rumah-rumah warga keturunan Tionghoa.

Salah satunya di rumah Keluarga Maringka-Theyono, yang berada di Lingkungan V, Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Paal Dua.

Robby Kolondam yang memimpin tim Barongsai tersebut mengatakan, kunjungan ini sudah berlangsung setiap tahun.

“Kunjungan Barongsai ini memiliki maksud untuk mengusir hawa-hawa jahat,” ujar Robby.

Pemiliki rumah yang dikunjungi Barongsai, Benny Maringka mengatakan, kunjungan Barongsai ke rumah-rumah sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setelah perayaan Imlek.

“Selain menghibur keluarga, Barongsai ini bisa mengusir segala hal-hal yang menghalangi usaha,” kata Robby.

Pemilik rumah lainnya yang dikunjungi Barongsai Melisa Theyono mengatakan, kunjungan Barongsai ini sebenarnya sama seperti kebiasaan di Manado, yakni Vigura.

“Kalau kami lebih khas dengan Barongsai,” ujar Melisa.

Sementara itu, Ayup, salah satu warga Kelurahan Dendengan yang menyaksikan atraksi tersebut mengaku merasa terhibur dengan kunjungan Barongsai tersebut.

“Selain berguna bagi keluarga yang dikunjungi, ini juga sangat menghibur masyarakat,” kata Ayup.

 

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Serba Serbi

Kepandaian burung Beo ini jadi bukti kasus pemerkosaan majikannya

Burung itu mengulangi kalimat korban saat pelaku memerkosanya.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Foto hanya ilustraso.

ZONAUTARA.com – Suara dari burung Beo ini jadi barang bukti pemerkosaan dan pembunuhan, setelah satwa pintar itu meniru kata-kata terakhir dari korban.

Elizabeth Toledo, 46, diperkosa dan kemudian dibunuh di kota San Fernando, Argentina pada Desember 2018.

Pada akhir bulan, seorang polisi menjaga tempat kejadian dan mendengar seekor burung beo berkata, “Ay, no, Por favour, soltame!” (tidak, tolong, biarkan aku pergi).

Polisi yakin burung beo itu mengulangi kata-kata terakhir pemiliknya, saat Ia diduga dipukuli dan diperkosa oleh dua orang yang menyewa kamar di rumahnya.

Media setempat juga mengatakan bahwa, tetangga Toledo juga pernah mendengar burung beo mengatakan “why did you beat me” (mengapa Anda memukuliku) ketika salah satu tersangka yang ditangkap melarikan diri dari rumah.

Kepala Jaksa Bibiana Santella melaporkan telah memasukkan ‘kesaksian’ burung beo itu ke dalam file kasus.

Sebuah otopsi menunjukkan bahwa korban telah dipukuli, diperkosa, dan dicekik hingga mati.

Tubuhnya ditemukan dalam kondisi telanjang dan berbaring telentang di kasur di atas lantai.

Ibu Toledo menyewakan sebuah kamar untuk tiga pria di rumahnya.

Ketiga orang itu ditangkap, tetapi yang satu orang dilaporkan sebagai alibi saat pembunuhan tersebut.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com