Connect with us

Zona Tomohon

KUPA PPAS Diteken, Ini Target Pendapatan Pemkot Tomohon Tahun 2018

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman didampingi Wakil Walikota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan, menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, Kamis (19/7/2018).

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan dipimpin Ketua DPRD Miky JL Wenur didampingi Wakil Ketua Youddy Moningka dan Carol Senduk.

Dalam kesempatan tersebut, Eman mengatakan, bahwa KUPA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya.

Sedangkan PPAS Perubahan, kata Eman, adalah program dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada perangkat daerah untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran perangkat daerah.

“Pemerintah Kota Tomohon telah menargetkan kebijakan pendapatan daerah pada tahun 2018 Rp670.613.891.355, dengan rincian Pendapatan Asli Daerah Rp 46.769.742.090, Dana Perimbangan Rp 563.327.634.000 dan lain-lain Pendapatan Daerah Rp60.516.515.265,” kata Eman.

Kemudian, lanjut dia, untuk kebijakan belanja daerah Rp738.647.775.726, dengan rincian belanja tidak langsung Rp277.758.617.795, dan belanja langsung Rp460.889.157.931.

Selain itu, ada juga kebijakan pembiayaan daerah Rp68.033.884.371, yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah yang berasal SILPA tahun anggaran sebelumnya Rp70.828.017.863 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp2.794.133.492, yang di dalamnya termasuk penyertaan modal pemerintah daerah dan pembayaran utang.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

ZONA DAERAH

Lolowang: pasien positif Corona di Tomohon tidak benar

Published

on

Sekkot Lolowang saat diwawancarai Rabu (1/4/2020). (Foto: zonautara.com)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Isu tak sedap beredar melalui media sosial (medsos) di Kota Tomohon, Rabu (1/4/2020).

Kabar soal adanya pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tomohon yang tersebar di medsos dan grup WhatsApp tersebut merupakan tangkapan layar dari percakapan grup WhatsApp.

Namun begitu, Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Harold V Lolowang ketika dikonfirmasi membantah adanya pasien yang telah positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Tomohon tersebut.

“Yang disampaikan di medsos itu tidak benar,” ujar Lolowang kepada sejumlah wartawan, di kompleks Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran, Rabu sore.

Lolowang mengatakan, isu yang beredar di medsos tersebut menuliskan, bahwa pasien itu adalah pasien positif, tanpa penjelasan apakah positif Corona atau penyakit lainnya.

Menurut Lolowang, saat dicek oleh petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tidak ada identitas pasien seperti yang dibeber di medsos tersebut.

“Yang ada adalah pasien yang berasal dari kelurahan yang lain di Kota Tomohon, tapi pasien itu menderita penyakit pheunomia. Tapi kan yang namanya virus itu (petugasnya) harus menggunakan baju atau Alat Pelindung Diri (APD),” jelasnya.

Dia pun menyesalkan, adanya kata-kata yang bersifat provokatif di dalam postingan tersebut.

“Di situ kan ditulis, jangan menerima tamu dari Tomohon. Itu sangat provokatif. Tapi saya nyatakan bahwa itu tidak benar,” tegasnya.

Lolowang menyebut, hingga Selasa (31/3/2020), pukul 22.00 WITA, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tomohon berjumlah 3 orang.

“Jadi setelah dicek kembali, ternyata jumlah PDP hanya 3, bukan empat seperti yang disampaikan kemarin (Selasa),” ujar Lolowang.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak muda percaya dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com