ZONAUTARA.com – Pada prinsipnya makanan yang kita konsumsi sehari -hari seharusnya dalam kondisi bersih dan sudah dimasak atau dalam keadaan matang. Hal ini bermanfaat agar dapat terhindar dari bakreri – bakteri yang menempel pada makanan.

Namun dalam kondisi tertentu kita sering mengabaikan prinsip tersebut. Tidak ada salahnya jika kita mengonsumsi makanan dalam keadaan mentah karena ada beberapa makanan yang lebih menyehatkan ketika kita konsumsi dalam keadaan mentah.

Tapi, yang pasti harus dicuci terlebih dahulu.

Berikut ini Zona Utara sajikan 6 makanan yang sehat jika dikonsumsi meskipun masih mentah.

1. Bit

Ilustrasi bit. (Shutterstock)

Menurut Rebecca Park, RN, perawat terdaftar di New York City, Bit mentah ternyata lebih sehat untuk Anda.

Bit memiliki sederet nutrisi sehat, seperti lima vitamin esensial, kalsium, zat besi, kalium, dan protein. Bit juga mengandung serat dan folat tingkat tinggi (salah satu bentuk vitamin B9).

Namun, bit yang dimasak kehilangan 25 persen folat dan vitamin serta mineralnya.

2. Paprika merah

Ilustrasi paprika. (Sumber: Shutterstock)

Paprika merah merupakan salah satu makanan yang dapat mempertahankan kekebalan tubuh. Selain itu, paprika merah juga sumber vitamin C yang hebat, yang mengandung hampir tiga kali lipat vitamin C dari jeruk. Namun, panas dapat menghancurkan nutrisi penting ini.

Sebuah tinjauan studi yang diterbitkan pada tahun 2015 dalam jurnal Antioxidants, menunjukkan bahwa paprika merah juga memiliki lebih banyak antioksidan daripada paprika lainnya, memberi mereka kekuatan super dalam hal melindungi terhadap jenis kerusakan oksidatif pada sel yang menyebabkan kanker, diabetes, Alzheimer, dan penyakit lainnya.

3. Kale

Sayur kale. (Shutterstock)

Sayuran ini mengandung senyawa yang disebut glukosinolat, dan ketika bersentuhan dengan enzim myrosinase, mereka berubah menjadi senyawa baru untuk melawan penyakit.

Tetapi penelitian, termasuk tinjauan studi yang diterbitkan pada tahun 2016 di Frontiers in Nutrition, menunjukkan bahwa panas menonaktifkan myrosinase. Jadi, kale yang dimasak tidak memiliki khasiat melawan penyakit yang sama dengan salad kale mentah.

4. Brokoli

Ilustrasi brokoli (Freedigitalphotos/Satit Shirin)

Manfaat brokoli untuk kesehatan, pasti sudah banyak yang tahu. Tapi, mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa sayur ini lebih baik jika dikonsumsi mentah daripada dimasak.

Brokoli mengandung senyawa antioksidan yang disebut sulforaphane dalam jumlah tinggi, yang dapat membantu mencegah kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, peradangan, dan depresi. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 di Journal of Agricultural Food and Chemistry menemukan bahwa tubuh kita menyerap sulforaphane lebih cepat saat brokoli dikonsumsi mentah daripada dimasak.

Studi lain dari tahun 2009 menemukan bahwa memasak sayuran dengan berbagai cara — termasuk menggunakan microwave, merebus, dan menumis — dapat menurunkan kadar vitamin Cnya.

Jika Anda tidak tahan membayangkan makan brokoli mentah, cobalah mengukusnya. Metode memasak ini memiliki pengaruh paling kecil terhadap kandungan nutrisi makanan.

5. Bawang Bombay

Ilustrasi Bawang bombay. (Shutterstock)

Bawang Bombay sarat dengan manfaat kesehatan, termasuk melawan kanker, berkat konsentrasi flavonoid quercetin yang tinggi. “Saat dimakan mentah, anda memaksimalkan khasiat bawang melawan kanker,” kata Ashley Walter, ahli gizi sekaligus koki.

“Memasak mengurangi manfaat fitokimia dalam bawang yang melawan kanker,” katanya lagi.

6. Bawang putih

Bawang Putih. (Shutterstock)

Seperti bawang Bombay, bawang putih termasuk dalam keluarga allium, yang khasiatnya dalam melawan penyakit kardiovaskular juga dipengaruhi oleh panas.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa memanaskan bawang putih pada suhu 200 derajat Celcius selama enam menit benar-benar menekan aktivitas antiplatelet pada bawang putih yang tidak dihancurkan, dan secara signifikan mengurangi aktivitas tersebut pada bawang putih yang dihancurkan.

Penelitian yang diterbitkan pada 2019 di Journal of Food Process Engineering juga menunjukkan bahwa panas menonaktifkan enzim alliinase. Merebus bawang putih selama 20 menit benar-benar menekan aktivitas antibakteri, dan hanya satu menit panas microwave akan menghancurkan 100 persen kemampuannya melawan kanker.

Menghancurkan bawang putih dan mendiamkannya 10 menit sebelum memanaskannya sebagian memulihkan kekuatan antikarsinogeniknya, tetapi bawang putih yang dimasak masih 30 persen lebih rendah manfaatnya daripada bawang putih mentah.

Nah, gimana? Masih ragu untuk konsumsi makanan mentah?

Bagikan !