Loading...
Copy

Warga Minsel Keluhkan Harga Kopra dan Irigasi

MANADO, ZONAUTARA.com – Harga kopra dan keringnya irigasi pertanian dikeluhkan warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Boy Tumiwa.

Masalah ini diterima Tumiwa saat menjalani reses ke-II tahun 2018 di tiga lokasi berbeda yang ada di Minsel, yakni Desa Ranoyapo, Tenga, dan Wawona, Kecamatan Tatapaan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan, di Desa Ranoyapo, Kecamatan Ranoyapo, dia menerima aspirasi terkait kekeringan, serta ancaman gagal panen akibat debit air di irigasi yang berkurang.

“Warga mengharapkan pemerintah memberikan perhatian untuk irigasi yang kini sudah kering,” terang Tumiwa kepada wartawan, Sabtu (8/9/2018).

Selain itu, kata Tumiwa, warga mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun Sekolah Menegah Atas (SMA) di Kecamatan Ranoyapo.

Aspirasi soal bendungan kering juga diterima Tumiwa, di Desa Tenga dan Tawaan.

“Ini memang harus jadi perhatian karena masyarakat Minsel banyak yang bergatung pada hasil pertanian,” tambahnya.

Di Desa Wawona, lanjut Tumiwa, warga berharap perhatian pemerintah terkait jalan provinsi yang menghubungkan Desa Wawona-Popareng dan Desa Wawona Pungkol. Juga persoalan pembangunan Talud.

“Warga juga mengeluhkan harga kopra yang sangat anjlok,” sebutnya.

Terkait keluhan-keluhan ini, Tumiwa menyatakan, semua aspirasi akan disampaikan, baik dalam rapat paripurna, maupun dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Apalagi, lanjut dia, Perangkat Daerah terkait menjadi mitra kerjanya di Komisi III Bidang Pembangunan, sehingga akan memudahkan untuk memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat di dapilnya.

Soal harga kopra, jelas Tumiwa, pemerintahan OD-SK telah melakukan upaya agar nilai beli kopra meningkat, lewat pembukaan keran ekspor yang selama ini tutup, yang diharapkan dapat mendongkrak harga kelapa biji akan bersaing dengan pabrikan.

Dia menambahkan, petani juga harus memahami jika kopra ditentukan harga pasar karena bukan komoditi strategis.

“Tentu aspirasi ini akan menjadi perjuangan saya,” pungkas wakil rakyat Dapil Minsel-Mitra ini. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.