Connect with us

Zona Wakil Rakyat

26 September, 10 Anggota DPRD Sulut ‘Terbang’ ke Swiss

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Bartolomeus Mononutu resmi membeberkan nama-nama para wakil rakyat yang akan berangkat ke Swiss pada 26 September 2018 ini. Dari 45 anggota DPRD, hanya 10 orang yang akan ‘terbang’ ke Swiss.

Hal ini dibeberkan Mononutu saat rapat pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) APBD Perubahan 2018 bersama Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum, di ruang rapat I Kantor DPRD Sulut, Kamis (13/9/2018).

“Ada undangan ke luar negeri bagi 10 anggota dewan dan dibagi dalam dua tim,” papar Mononutu di hadapan pimpinan dan anggota Komisi I.

Daftar 10 nama anggota dewan yang akan berangkat tersebut dibacakan langsung Kepala Bagian (Kabag) Umum Jackson Ruaw.

“Tim I adalah Stefanus Vreeke Runtu, Marthen Manopo, Cindy Wurangian, Ferdinand Mangumbahang, dan Teddy Kumaat. Tim II adalah Ferdinand Mewengkang, James Karinda, Boy Tumiwa, Eddyson Masengi, dan Syenni Kalangi,” papar Ruaw.

Hal ini langsung dipertanyakan Anggota Komisi I Netty Agnes Pantouw. Politisi Partai Demokrat itu menilai, masih banyak anggota dewan lain yang belum pernah melakukan perjalan dinas ke luar negeri tapi tidak diakomodir.

“Biarlah saya yang menyampaikan uneg-uneg dari teman-teman anggota dewan lain yang mempertanyakan hal ini,” ungkap legislator Dapil Minut-Bitung itu.

Tak hanya itu, Anggota Komisi I Jems Tuuk meminta Sekretariat DPRD membeberkan siapa-siapa saja anggota dewan yang sudah pernah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dan berapa realisasi anggaran yang telah digunakan oleh para anggota dewan. Sayangnya, permintaan Tuuk tersebut tidak dibeber oleh pihak Sekretariat DPRD.

Patut diketahui, dari 10 nama ini ada sejumlah anggota dewan yang baru kembali dari Serbia, seperti Cindy Wurangian, Ferdinand Mangumbahang, Ferdinand Mewengkang dan Eddyson Masengi.

Usai rapat, Mononutu saat diwawancara wartawan menegaskan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menujuk atau memilih anggota dewan yang akan ke luar negeri.

“Kami hanya sebatas menerima undangan saja. Yang menentukan bukan wewenang kami,” terangnya.

Terkait undangan, Mononutu menyatakan, keberangkatan 10 anggota dewan adalah berdasarkan undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Indonesia di Swiss dan Konjen Swiss di Makassar.

“Sekarang masih dalam tahap proses surat-surat izin,” tandasnya. (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Zona Wakil Rakyat

Dikuliahkan PT MSM/TTN ke Cina, 25 Mahasiswa Datangi Ketua DPRD Sulut

Published

on

Ketua DPRD bersalaman dengan para mahasiswa yang dikuliahkan PT MSM/TTN ke Cina.

Manado, ZONAUTARA.com – PT. Meares Soputan Maining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) sebagai perusahan tambang yang berada di wilayah Sulawesi Utara mendukung penuh program pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Manager CSR PT MSM/TTN Yustinus Setiawan usai pertemuan dengan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Rabu (17/7/2019).

Pada pertemuan tersebut juga hadir Founder Mark Plus Hermawan Kertajaya, serta sejumlah Pimpinan Bank dan Pimpinan BI, di ruang rapat lantai 3 Kantor DPRD Sulut.

“Sudah menjadi patron baku, setiap unit usaha Rajawali Corpora, memerhatikan kesejahteraan termasuk peningkatan SDM di wilayah operasional,” jelasnya.

Menurut dia, berbagai program yang diluncurkan PT MSM/TTN harus berkelanjutan, agar ketika masa produksi perusahaan berakhir, masyarakat di sekitar tambang dapat mandiri karena sudah dibekali SDM yang handal.

“Untuk itu pihak kami memberikan beasiswa bagi siswa untuk kuliah di sejumlah negara, salah satunya Cina,” tambah Yustinus.

Dari 25 penerima beasiswa batch satu, 9 orang kembali mendapatkan beasiswa dari pemerintah Cina, dan rencananya akan kembali kuliah pada bulan September 2019.

“Mahasiswa penerima beasiswa ini juga akan mengikuti pelatihan khusus, untuk mendapatkan Sertifikasi Kompetensi Global Sustainable Tourism Council (GSTC), yang berlaku secara International, yang dilakukan Hermawan Kartajaya sebagai pendiri Mark Plus,” beber dia.

Sedangkan Hermawan Kartajaya, Founder Mark Plus menjelaskan bahwa pihaknya memiliki idealisme untuk membangun bangsa. Termasuk memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Karena itu, para penerima beasiswa harus punya tanggung jawab moril untuk berkarya dan memberi sumbangsih besar bagi peningkatan dan kemajuan pariwisata di Sulut,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw menyatakan salut dan bangga karena PT MSM dan TTN mampu mengirimkan siswa Sulut untuk Kuliah di berbagai negara.

“Tujuannya adalah Sulut mendapatkan manfaat dari keberadaan perusahaan ini. Apalagi para siswa dikuliahkan pariwisata, dimana daerah asal mereka Likupang adalah lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata,” terang Angouw.

DPRD Sulut sendiri, kata Angouw mendukung penuh pembangunan infrastruktur pariwisata yang akan dibangun pemerintah.

“Kita semua berharap, para siswa penerima beasiswa dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah ,” tukas dia.

Humas PT MSM dan PT TTN, Inyo Rumondor menjelaskan, sudah ada tiga gelombang yang diberangkatkan dan yang akan diberangkatkan ke Cina maupun Taiwan.

“Untuk kloter 1 dan 2 mereka kuliah di Jiangsu Agri Husbandri and Vocational College Cina. Mereka ini berasal dari wilayah lingkar tambang. Untuk gelombang 3 di Taiwan Shoufu University, dan mereka dari beberapa wilayah di Sulut. Penerima beasiswa ini jelasnya melewati proses seleksi yang ketat baik pengetahuan, bahasa dan terutama fisik,” kunci Inyo. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com