Connect with us

Hukum dan Kriminal

Tim Intel Kejari Tomohon Tangkap Terpidana Korupsi Halmahera Utara

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon berhasil menangkap seorang terpidana korupsi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejari Halmahera Utara, Kamis (13/9/2018).

Penangkapan tersebut pun dilakukan Tim Intelijen Kejari Tomohon bersama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Tim Intelijen Kejati Maluku Utara dan Tim Jaksa Eksekutor Kejari Halmahera Utara.

Penangkapan tersebut pun dilakukan Tim Eksekutor berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan Nomor Print-57/S.2/Fuh.1/09/2018 tanggal 12 September 2018 atas putusan Pengadilan Negeri Tobelo Nomor 74/Pid.Sus/2011/PN.TBL tanggal 18 April 2012, terhadap terpidana Benjamin Wagono, atas kasus korupsi gratifikasi yang dilakukan secara berlanjut.

Terpidana diketahui merupakan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Halmahera Utara yang terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp208.000.000.

Kepala Kejari Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi Intelijen Wilke H Rabeta membenarkan hal tersebut.

“Tim Gabungan melakukan penangkapan terhadap terpidana di rumah terpidana yang terletak di Jaga 1, Desa Ranatongkor Timur, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa. Kemudian terpidana segera diamankan ke Kantor Kejari Tomohon dan selanjutnya terpidana diberangkatkan menuju Tobelo untuk dilakukan proses eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan setempat untuk menjalani hukuman,” ujar Rabeta, Jumat (14/9/2018).

Menurut dia, terpidana akan menjalani masa hukuman selama lima tahun. Selain itu, lanjut dia, terpidana pun dihukum membayar denda sebesar Rp250.000.000, subsider enam bulan penjara.

Dia menambahkan, terpidana dinyatakan terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Terpidana telah menjadi DPO Kejaksaan Negeri Halmahera Utara sejak tahun 2012,” pungkasnya.

 

Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Komedian Nunung ditangkap polisi dalam kasus narkoba

Dia ditangkap bersama suaminya dengan barang bukti 0,36 gram sabu.

Published

on

Nunung (Foto: istimewa)

ZONAUTARA.com – Tri Retno Prayudati atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Nunung, dikabarkan ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika berjenis sabu, pada Jumat (19/7).

Penangkapan terhadap Nunung telah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Nunung ditangkap bersama suaminya di rumah mereka di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan.

“Telah diamankan pasangan suami istri komedian Nunung,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (19/7), dikutip dari CNN Indonesia.

Argo mengungkapkan Nunung ditangkap di rumahnya hari ini sekitar pukul 13.15 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0,36 gram.

“Hasil test urine positif narkotika,” ujar Argo.

Nunung dikenal sebagai bagian dari pementasan lawak Srimulat. Tubuhnya yang tambun dan tawanya yang amat khas menjadi ciri tersendiri dari komedian tersebut.

Dari Srimulat, Nunung pun hadir dalam berbagai acara komedi lain, seperti Opera Van Java dan Nyonya Nunung. Namun tak hanya itu, wanita 56 tahun itu juga kerap berperan di film dan sinetron.

Nunung berasal dari Solo, dan diketahui menikah beberapa kali. Pada 2012, ia melangsungkan pernikahan keempat dengan manajernya sendiri, Iyan Sambiran.

Terakhir Nunung bergabung dengan Sule dan Andre untuk acara Ini TalkShow di Net TV.

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com