Karinda Sesalkan Rendahnya Gaji Guru Honorer

MANADO, ZONAUTARA.com – Masalah kesejahteraan guru honorer menjadi sorotan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) James Karinda. Menurut dia, ada banyak guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak dalam hal pengupahan.

Hal itu diungkapkan Karinda saat rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan 2018 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Senin (17/9/2018).

“Para kepala sekolah mengeluhkan kepada saya, bahwa banyak honorer guru mengancam tidak mengajar karena hanya digaji Rp500 ribu per bulan. Ini yang harus menjadi perhatian Pemprov,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menilai, jika gaji guru honorer seperti ini, mana bisa pendidikan akan maju.

“Anak-anak tidak akan mendapatkan pendidikan yang baik, karena gaji guru hanya Rp500 ribu. Bahkan ada info lagi, ada honorer yang dibayar hanya Rp175.000 per bulan. Ini memiriskan,” ungkap Karinda.

Menurut dia, pemprov sebenarnya mampu memberikan gaji guru honorer sesuai Upah Minimum Propinsi (UMP) sebesar Rp2,8 juta.

“Keuangan kita mampu. Bayangkan ada sekolah yang guru honorer mencapai 15 orang. Idealnya dua atau tiga orang saja. Kualitas pendidikan kita tidak akan maju kalau guru tidak sejahtera,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulut itu.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulut Edwin Silangen menyatakan, sebanyak 260 guru honorer digaji sesuai UMP menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diangkat melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

“Gaji UMP bagi 260 guru bantu dari BOS melalui kepala sekolah. Jadi, guru bantu jangan diangkat oleh kepala sekolah,” jelas Silangen yang juga sebagai Ketua TAPD.

Sementata, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Sulut Grace Punuh memaparkan, sebanyak 1.930 guru honor diangkat melalui SK Gubernur menggunakan dana APBD.

“Jadi, total 2030 guru honor sudah digaji Rp2,8 juta. Meskipun jumlah honorer guru masih kurang dan akan ditambah secara bertahap,” pungkasnya. (K-02)

 

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.