Connect with us

Bencana dan Musibah

Gempa 7,7 SR Guncang Sulteng, Bandara Palu Ditutup

Published

on

SULTENG, ZONAUTARA.com Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9/2018) sore.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) pun memberikan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Barat dan Sulteng, menyusul gempa yang terjadi pukul 17.02 WITA tersebut.

Namun, peringatan dini tsunami itu pun dicabut oleh BMKG sekitar pukul 17.37 WITA.

BMKG merilis, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, tepatnya berada di 0.18 lintang selatan dan 119.85 bujur timur.

Gempa tersebut pun terasa hingga ke Palu. Bahkan, gempa tersebut pun mengakibatkan Bandara Palu ditutup hingga Sabtu (29/8/2018), pukul 19.20 WITA.

Akibat gempa tersebut, sejumlah infrastruktur jalan dan bangunan dikabarkan rusak dan roboh. Belum diketahui pasti jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

 

Editor : Christo Senduk

 

Bencana dan Musibah

Tiga nelayan asal Lembeh hilang di perairan Belang

Published

on

MITRA, ZONAUTARA.com Tiga orang nelayan asal Pulau Lembeh dilaporkan hilang di perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga korban yang dilaporkan hilang tersebut, yakni Jumaat Panura (45), Sopkia Sumihi (40) dan Reumer Pandensolang (60).

Laporan hilangnya ketiga korban tersebut diterima Basarnas Manado, pada Kamis (11/7/2019).

Para nelayan tersebut dilaporkan pergi melaut sejak Senin (8/7), dengan menggunakan ponton rakit di tempat mereka biasa memancing.

Namun, pada Rabu (10/7), saksi yang merupakan tetangga korban menuturkan, dirinya melihat perahu terikat pada rakit, namun korban sudah tidak berada di atas rakit. Hingga saat ini, para korban belum kembali ke rumah.

Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Patroli (Satrol) TNI AL untuk membantu pencarian tiga nelayan tersebut.

Menurut dia, Satrol TNI AL menggerakan satu kapal yang dinahkodai Lettu Laut (P) Irwansyah, telah bersama-sama dengan anggota Basarnas melaksanakan pencarian.

“Saat ini, Pos Sar Amurang sudah bergerak melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan, dengan unsur potensi yang terlibat TNI AL, Polair Ratahan, masyarakat serta keluarga korban. Namun masih belum adanya penemuan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Di hari ke-2, Tim Rescue masih melanjutkan pencarian dengan menggunakan truk dan Rubber boat Basarnas, speedboat Polair dan kapal TNI AL Tedong Naga.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com