Connect with us

Zona Tomohon

Rally Wisata J-Man Pas, Pererat Kebersamaan Antarjemaat

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman melepas peserta Rally Wisata dalam rangka HUT ke-70 Jemaat Maranatha Paslaten (J-Man Pas) Wilayah Tomohon Satu, di depan Gedung Gereja GMIM Maranatha Paslaten, akhir pekan lalu.

Christo Eman yang juga Ketua Panitia HUT ke-70 Jemaat Maranatha Paslaten memberikan apresiasi atas antusias 170 peserta yang ikut pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini termasuk dalam wisata rohani,” ujar Christo.

Kegiatan ini mengambil start di kompleks gedung gereja GMIM Maranatha Paslaten dan finish di perkebunan persawahan Rongkem, Desa Poopo Utara, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan.

Eman dalam sambutannya mengatakan, bahwa momentum ini merupakan bagian dari rasa syukur atas berkat Tuhan dalam jemaat.

Melalui kegiatan tersebut, kata Eman, pasti akan berdampak baik, sehingga juga akan terus memantapkan kebersamaan dalam jemaat, di dalamnya masyarakat.

“Kita sebagai jemaat tentu dituntut berperan aktif untuk membangun gereja dalam berbagai hal, diharapkan juga jemaat sebagai masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Tomohon melalui dukungan atas berbagai program Pemerintah Kota Tomohon,” ungkapnya.

Tiba di finish, dilaksanakan ibadah bersama yang dipimpin oleh Khadim Pdt Evert Tangel STh, selaku Sekretaris Umum BPMS GMIM dan dilanjutkan dengan santap kasih bersama.

Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, Eman bersama dengan Sekum BPMS GMIM, Pdt Joy Palilingan MTh, Kepala Bagian Humas dan Protokol Michael Joseph dan masyarakat setempat menanam padi bersama.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua BPMJ GMIM Maranatha Paslaten Pdt Santje Tangel-Tombeg, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Harold V Lolowang, jajaran Pemerintah Kota Tomohon dan seluruh jemaat GMIM Maranatha Paslaten.

 

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kejari Tomohon ‘sumbang’ Rp700 juta ke kas negara

Published

on

Kasi Pidsus Kejari Tomohon Arthur Piri saat mengeksekusi uang denda dari salah satu terpidana korupsi. (Foto: Kejari Tomohon)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Penegakan hukum terhadap perbuatan tindak pidana korupsi gencar dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon. Tak sedikit kasus rasuah tersebut yang kini telah selesai diusut oleh korps Adyhaksa ini dan memiliki kekuatan tetap.

Bahkan, selang Januari hingga Juli 2019, korps yang dipimpin Edy Winarko ini pun telah berhasil melakukan eksekusi terhadap uang denda dari para terpidana yang perkaranya telah memiliki kekuatan hukum tetap alias incracht.

Totalnya pun tak tanggung-tanggung. Ada sebanyak Rp700 juta yang telah dieksekusi dari para terpidana. Uang denda tersebut telah disetor ke kas negara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

“Kejaksaan Negeri Tomohon selama Januari sampai dengan Juli 2019 telah melaksanakan eksekusi uang denda terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan total sebesar Rp700 juta, yang diterima dari keluarga terpidana,” ujar Piri, Senin (8/7/2019).

Menurut dia, para terpidana yang telah membayar uang denda tersebut pun telah terbebas dari hukuman tambahan sebagaimana putusan akhir dari Majelis Hakim.

Pihaknya pun mengapresiasi para terpidana yang telah menaati putusan pengadilan dengan membayar denda sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan.

“Kami berharap, para terpidana korupsi lainnya juga bisa menaati putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya.

Diketahui, eksekusi uang denda ini pun menjadii prestasi bagi Kejari Tomohon. Pasalnya, Kejari Tomohon telah menjadi penyumbang bagi keuangan negara, karena uang denda tersebut menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Berikuti daftar eksekusi uang denda oleh Kejari Tomohon :

  1. Kamis, 10 Januari 2019, dari terpidana Ricky Pontoh, Rp50.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 114 K/Pid.Sus/2014 tanggal 10 Juli 2014.
  2. Kamis, 10 Januari 2019, dari terpidana Sumardikun, Rp50.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 288 K/Pid.Sus/2014 tanggal 6 Oktober 2014.
  3. Rabu, 29 Mei 2019, dari terpidana Piet Hein Wongkar, Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.
  4. Rabu, 26 Juni 2019, dari terpidana Ferry Welly Muaja, jumlah Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.
  5. Senin, 1 Juli 2019, dari terpidana Altje Lumi, jumlah Rp200.000.000, dengan Putusan Kasasi Nomor : 1857 K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2016.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com