Connect with us

HEADLINE

Sah! UMP Sulut 2019 Jadi Rp3,051 Juta

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019, Kamis (1/11/2018).

Di mana, UMP di Sulut yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 433 Tahun 2018 tersebut resmi menjadi Rp3.015.076, atau naik 8% dari UMP tahun ini sebesar Rp2.824.286.

Olly mengatakan, penetapan UMP 2019 tersebut dilakukan setelah keluarnya surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor B.240/M-NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018 tanggal 15 Oktober 2018, yang ditujukan ke seluruh Gubernur se-Indonesia, tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2018.

Penetapan UMP 2019 tersebut pun, kata Olly, juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, serta berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi.

Olly menyatakan, akan meningkatkan pengawasan dalam penerapan UMP dan pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak melaksanakan pergub tersebut. Pelaksanaannya pun diserahkan kepada instansi teknis yang membidangi ketenagakerjaan di provinsi dan kabupaten/kota.

Menurut Olly, dengan ditetapkan UMP 2019 tersebut, diharapkan para pelaku usaha dapat patuh pada pergub ini dan bagi pekerja dapat meningkatkan produktivitas, sehingga perusahaan berkembang dan mampu membayarkan upah kepada pekerja.

“Saya memahami penetapan ini pasti ada pro dan kontra, ada yang senang ada juga yang tidak senang. Tapi ini bagian dari keputusan bersama yang harus dijalankan bersama,” ujarnya.

Olly menjelaskan, aturan yang dibuat belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan masih adanya pekerja yang beban kerjanya lebih tinggi, namun sama upahnya dengan pekerja yang beban kerjanya lebih rendah.

“Saya akan memperjuangkan di tingkat pusat untuk menyempurnakan aturan ini agar semua pihak mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

HEADLINE

Kami melaporkan kebenaran dalam 3 laporan mendalam

Ada tiga tema laporan mendalam kami yang sudah tayang dalam sepekan ini, yaitu Dana Desa, Sampah, dan Dugaan Korupsi Miangas.

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Sebagai media – kata Noam Chomsky – yang independen dan berkomitmen untuk menemukan dan melaporkan kebenaran, Zona Utara pada usia yang masih hijau terus mencari formula jurnalistik yang pas jadi bacaan publik.

Ada tiga tema laporan mendalam kami yang sudah tayang dalam sepekan ini, yaitu Dana Desa, Sampah, dan Dugaan Korupsi Miangas. Melalui laporan mendalam itu, Zona Utara berusaha menjadi media yang tak sekadar menyajikan berita serta ingin menunjukkan sesuatu, meski secara teknis barangkali belum tuntas akibat desakan deadline yang tak bisa ditawar lagi.

“media are independent and committed to discovering and reporting the truth, and that they do not merely reflect the world as powerful groups wish it to be perceived.”

Noam Chomsky dalam Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media

Terima kasih untuk Aliansi Jurnalis Independen (lebih familiar dengan singkatannya: AJI) yang memberikan kesempatan emas melalui program Beasiswa Liputan Better Journalism for Better Accountablity. Para crew Zona Utara bisa belajar dan mengasah kemampuan jurnalistiknya, sekaligus sebagai tempat praktek perkembangan jurnalistik terkini, seperti data driven dan infografis.

Dana Desa di Minsel perlu topangan SDM yang mumpuni, Terus Bergelut Dengan Sampah, dan Telisik jalan lingkar di tapal batas kami hadirkan dalam tulisan yang cukup panjang disertai sajian visualisasi data dan desian visual menarik.

Selamat membaca!

Tabea!

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com