Connect with us

Zona Bitung

8 Juta Batang Rokok dan 26 Ribu Botol Miras Dimusnakan di Bitung

Published

on

zonautara.com

BITUNG, ZONAUTARA.com – Sejumlah 26.599 botol minuman keras (miras) dan 8.296.552 batang rokok ilegal, dimusnakan di Kantor Dirjen Bea dan Cukai Kota Bitung, Rabu (7/11/2018).

Adapun nilai barang ilegal yang dimusnahkan tersebut berkisar Rp 4.531.467 000, dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 3.613.939.040, atas nilai pungutan cukai yang seharusnya dibayar.

Tindakan pemusnahan barang milik negara (BMN) ini, merupakan hasil penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Tioe Madya Pabean C Bitung (KPBBC TMP C)
.

Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri yang turut menghadiri pemusnahanan itu, sangat mengapresiasi tindakan Bea dan Cukai

“Selaku pemerintah Kota Bitung, kami sangat mengapresiasi kinerja terutama tindakan pemusnahan sejumlah barang ilegal yang sempat beredar,” ujar Mantiri.

Menurutnya, tindakan ini merupakan salah satu wujud dari kontribusi Bea dan Cukai, dalam membangun bangsa lewat pengamanan dan pemungutan penerimaan negara, melalui bidang ekspor impor.

Keberadaan Bea dan Cukai, sangatlah penting dalam membangun ekonomi secara umum di era globalisasi perdagangan dan investasi yang merubah sistem lalu lintas komoditas menjadi lebih bebas.

“Apalagi saat ini di ASEAN telah terbentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka perdagangan komoditas antar negara menjadi legih fleksibel dan bebas,” tutur Mantiri.

Mantiri menjelaskan bahwa untuk tiba pada proses pemusnahan ini, Bea dan Cukai Bitung telah bekerja dengan sangat baik sesuai dengan tahapan aturan yang berlaku.

Sebagaimana tercantum dalam peraturan Menteri Keuangan nomor 62/PMK.04/2011 tentang penyelesaian terhadap barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara, dan barang yang menjadi milik negara.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Dirjen Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara Ferdinan Lengkong SH, Kepala Kantor PBBC TMP C kota Bitung Agung Riandar Kurnianto, Forkopimda Kota Bitung dan instansi terkait lainnya.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bitung

94 KK di Bitung terdampak banjir

Penyebabnya hujan deras dan imbas pembangunan jalan tol.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Bitung, Sulawesi Utara, menyebabkan 94 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, Selasa (10/12/2019).

Camat Maesa Sefferson Sumampouw mengatakan, puluhan KK terdampak banjir berada di tiga kelurahan di Kecamatan Maesa.

“Sebanyak 55 KK di Kelurahan Kakenturan Satu, 10 di Pateten Tiga, dan 29 di Bitung Barat Dua,” kata dia kepada Zonautara.com, Rabu (11/12/2019).

Dia menjelaskan, banjir yang merendam rumah warga di Kecamatan Maesa, juga terjadi pada Minggu (8/12/2019).

Selain karena hujan deras, banjir disebabkan imbas dari pembangunan proyek jalan Tol Bitung-Manado.

Pihak Jasa Marga, kata dia, siap bertanggungjawab terhadap kejadian bencana banjir dengan membersihkan saluran drainase dari pasir dan penyebab meluapnya air.

“Jasa Marga berjanji akan mengganti barang-barang warga yang rusak paling lambat tujuh hari usai data verifikasi diterima,” ujarnya.

Sefferson menjelaskan, agar pendataan valid dan penyaluran bantuan tepat sasaran, akan dibentuk tim gabungan yang terdiri dari Jasa Marga, pemerintah, dan perwakilan masyarakat.

Sementara, kata dia, terkait bantuan tanggap darurat kepada warga sesuai hasil pendataan diberikan oleh Dinas Sosial.

“Agar tidak berulang lagi, maka Dinas PU Kota Bitung akan membantu mengawasi perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak Jasa Marga,” ujar dia.

Banjir yang melanda Kecamatan Maesa mendapat perhatian juga dari tiga legislator Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP), Nick A Lomban, dan Braein Waworuntu.

Mereka turun langsung menemui warga yang terdampak banjir di Kelurahan Kakenturan Satu, Maesa, Kota Bitung.

MJP mengatakan, DPRD Provinsi Sulut sangat menyesalkan kejadian itu dan prihatin dengan keadaan warga yang terdampak banjir.

“Kami sepenanggungan bersama warga, dan akan membawa peristiwa banjir tersebut, serta menindaklanjutinya sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” kata Melky.

Sementara Nick mengatakan, bahwa ia mendukung pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung. Namun, ia berharap pembangunan Tol Manado-Bitung harus melakukan kajian terkait dampak kepada masyarakat.

“Harus ada kajian AMDAL yang diperbaharui setiap enam bulan. Agar jangan sampai masyarakat jadi korban dari pembangunan yang tidak disertai kajian,” ujar Nick. (K-02)

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com